KSAD: Anggota TNI yang Terlibat Teror Poso Ditindak Tegas
Rabu, 09 Nov 2005 14:26 WIB
Jakarta - Satu anggota TNI diduga kuat terlibat aksi pemenggalan kepala 3 siswi SMA Kristen di Poso pada 29 Oktober lalu. TNI pun siap menindak tegas anggotanya yang terbukti terlibat aksi teror itu.Demikian disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Joko Santoso kepada wartawan usai mengikuti upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2005)."Itu yang tangkap kita. Ya kita akan proses sesuai hukum yang berlaku. Kalau memang terlibat akan ditindak secara tegas," kata Joko Sontoso.Hal senada juga disampaikan oleh Menhan Juwono Sudarsono yang mengatakan anggota TNI yang terlibat aksi teror jelas telah menyalahi sumpah prajurit. Meski demikian, imbuhnya, kasus tersebut jangan dipukul rata bagi keseluruhan anggota TNI."Pasti di setiap instansi sipil dan militer ada oknum yang bertindak di luar hukum. Saya pahami ini sebagai hal yang memprihatinkan. Tapi jangan dipukul rata sebagai pola umum. Sebagai pelaku, orang itu sudah menyalahi sumpah prajurit," ujarnya. Sementara Menko Polhukam Widodo AS usai melaporkan perkembangan penanganan kasus Poso kepada presiden di kantor presiden menyatakan pemerintah dan TNI akan berusaha keras agar kasus tersebut segera terungkap."Kita sangat concern masalah ini. Semalam ada penembakan lagi dan sekarang sedang kita dalami masalahnya ada apa ini. Yang penting penanggulangan adanya elemen di luar Poso yung telibat. Kita kaji semua kemungkinan. Kita bentuk back up semua komponen masyarakat," kata Widodo.
(san/)











































