Kapenrem Tadulako Cabut Pernyataan Soal Kasus di Poso

Kapenrem Tadulako Cabut Pernyataan Soal Kasus di Poso

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2005 14:06 WIB
Jakarta - Kurang koordinasi! Itulah tampaknya yang terjadi di antara perwira TNI di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hanya beberapa jam setelah mengeluarkan pernyataan tentang kasus penangkapan lima orang di Poso terkait kasus pemenggalan tiga kepala siswi SMU, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 132/Tadulako Kapten (Inf) Iim Abdul Musjid mencabut pernyataannya itu. Kapten Iim menelepon para wartawan sekitar pukul 14.30 Wita, Rabu (9/11/2005). Dia menyatakan mencabut pernyataannya tiga jam lalu tentang penangkapan lima orang terkait kasus pemenggalan tiga siswi SMU di Poso. Kapten Iim beralasan bahwa penangkapan lima orang ini masih belum bisa dipublikasikan. "Saya baru saja ditelepon Danrem 132/Tadulako Letkol (inf) Husein Malik bahwa karena saat ini dalam proses pemeriksaan, sehingga hal itu belum bisa dipublikasikan," kata Kapten Iim.Meski begitu, Kapten Iim tidak menyatakan bahwa pernyataannya sebelumnya tidak benar. Dia hanya mencabut pernyataannya, karena kasus itu masih dalam pemeriksaan. Informasi yang diterima wartawan dari seorang sumber, Danrem ditegur oleh Pangdam Wirabuana Mayjen Arif Budi Sampurna terkait penyataan Kapenrem mengenai penangkapan lima orang tersebut. Danrem kemudian meminta Kapenrem mencabut pernyataannya itu. Sebelumnya, Kapenrem menyampaikan bahwa saat ini ada 5 orang yang ditangkap yang diduga terkait kasus pemenggelan siswi SMU di Poso. Identitas mereka juga dibeberkan. Juga disampaikan bahwa saat ini ada saksi kunci yang dilindugi oleh TNI. (asy/)


Berita Terkait