detikNews
2019/10/18 12:03:49 WIB

Pengacara Protes Penetapan Tersangka dr Insani di Kasus Ninoy Karundeng

Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pengacara Protes Penetapan Tersangka dr Insani di Kasus Ninoy Karundeng Foto: dr Insani Zulfah Hayati (dok.Istimewa)
Jakarta - Penetapan tersangka dr Isnani Zulfah Hayati di kasus penganiayaan relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng diprotes oleh tim pengacara. Polisi dinilai tidak memperhatikan kode etik profesi dalam penetapan status tersangka tersebut.

"Penetapan tersangka dr Insani Zulfah Hayati yang menjadi tim medis di Masjid Al-Falaah dinilai tidak memperhatikan nilai-nilai etik profesi kedokteran yang diatur dalam UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran," jelas salah satu kuasa hukum dr Insani, Gufroni dari Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (17/10/2019).

Gufroni menyinggung Pasal 66 UU Praktik Kedokteran. Menurutnya, dalam pasal tersebut telah ditegaskan terhadap dugaan pelanggaran undang-undang seorang dokter yang sedang menjalankan tugas profesinya diadukan dan diputuskan oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

"Terlebih lagi telah ada MoU antara IDI dan Kapolri Tahun 2017 terkait dokter yang dilaporkan kasus pidana, yang mana MoU tersebut tindak lanjut dari UU Praktik Kedokteran. Apalagi dokter Insani merupakan salah satu anggota atau member dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) organisasi para dokter bernaung," jelas Gufroni.

Gufron melanjutkan, kliennya berada di Masjid Al-Falaah dalam konteks menjalankan tugas dan profesinya sebagai dokter. Insani menjadi tim medis untuk membantu korban demo 30 September.

"Yang bersangkutan sebagai dokter yang memberi pengobatan kepada pelajar yang terluka karena aksi unjuk rasa, termasuk mengobati Ninoy Karundeng di dalam masjid Al-Falaah," imbuhnya.




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com