detikNews
2019/10/18 07:15:15 WIB

Round-Up

Kode-kode di 'Telepon Tergantung' Jokowi Soal Menteri

Tim detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 4
Kode-kode di Telepon Tergantung Jokowi Soal Menteri Foto: (Instagram Jokowi)

Dia juga menyoroti tanda baca 'titik tiga' atau elipsis di akhir kalimat tersebut. Menurutnya, tanda elipsis menandakan kalimat yang belum selesai.

"Lantas untuk tanda elipsis di akhir kalimat sebentar lagi... menandakan bahwa kalimat itu belum selesai. Kalimat itu masih menggantung. Bisa saja kalimat lengkapnya adalah sebentar lagi diumumkan," ujarnya.

Dari dua tanda baca tersebut, dia menyimpulkan bahwa Jokowi menyampaikan kalimat perintah dengan emosi yang kuat.

"Bisa disimpulkan beliau meminta dengan kalimat perintah yang dipenuhi emosi yang kuat dan yang ditegaskan oleh penggunaan tanda seru (!) agar rakyat Indonesia bersabar menanti pengumuman nama-nama menteri beliau," lanjutnya.


Sementara itu, pemerhati bahasa Indonesia, Ivan Lanin pun ikut menyoroti tanda seru dalam kalimat Jokowi tersebut. Menurutnya, tanda seru setelah kata sabar tidak bertentangan, karena tanda seru bukan hanya untuk menyampaikan emosi.

"Tidak (bertentangan dengan kata sabar). Coba baca definisi penggunaan tanda seru itu. Tanda seru dipakai untuk menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Tanda seru pada kata sabar bisa dipakai untuk menggambarkan kesungguhan," kata Ivan Lanin, saat dihubungi, Kamis (17/10/2019).

Dia menjelaskan bahwa emosi bukan hanya untuk rasa marah. Bisa juga untuk mengungkapkan rasa kagum atau terkejut.

"Kalaupun sebagai emosi, yang disebut emosi bukan hanya rasa marah. Misalnya, mengungkapkan kekaguman lewat 'kamu cantik sekali!' atau menyampaikan rasa terkejut 'Waduh!'. Saya pikir banyak orang yang keliru mengartikan tanda seru. Mereka pikir itu hanya untuk perintah atau kemarahan," tuturnya.

Istana Ungkap Kode 'Telepon Tergantung'

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, megungkapkan filosofi di balik kode tersebut. Ada dua pengertian dalam kode itu.

"Maklumat membaca filosofi gagang telepon yang tergantung dan tagline 'sabar sebentar lagi' dua pengertian mendasar. Satu, presiden akan telepon dan memastikan nama yang yang telah beliau cantumkan calon anggota kabinet beliau," kata Ngabalin, Kamis (17/10/2019).

"Dua, beliau akan menghubungi masing-masing calon menteri yang beliau yakini bisa dan dapat bekerja membantu beliau di pemerintahan," imbuh Ngabalin.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com