Round-Up

Sandiaga, di Antara Wagub Jakarta dan Isu Ketum Gerindra

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 06:00 WIB
Foto: Prabowo dan Sandiaga saat Rapimnas Gerindra (Instagram @sandiuno)
Foto: Prabowo dan Sandiaga saat Rapimnas Gerindra (Instagram @sandiuno)

Tak hanya soal Wagub DKI. Ada cerita lain di balik kembalinya Sandiaga ke Gerindra. Muncul isu Sandiaga kembali ke partai berlambang kepala garuda itu lantaran dilantik sebagai ketum menggantikan Prabowo.

Bukan tanpa sebab isu muncul. Publik menarik kesimpulan tersebut lantaran ada sebuah foto yang menunjukkan salam komando antara Prabowo dan Sandiaga. Keduanya mengenakan seragam loreng dan baret di kepalanya.


Keduanya bersalam komando di tengah api unggun. Momen tersebut seperti memperlihatkan Prabowo memberi selamat kepada Sandiaga. Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberi penjelasan.

Menurut Dasco, foto tersebut memang diambil dalam Rapimnas Gerindra pada Rabu (16/10) kemarin. Di malam harinya, ada momen 'penerimaan' kembali Sandiaga menjadi kader. Eks cawapres itu juga dinobatkan lagi menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.

"Bahwa ada gambar penyematan dalam gambar atau rekaman yang beredar adalah tanda diterimanya kembali Saudara Sandiaga menjadi anggota Partai Gerindra," ujar Dasco kepada wartawan, Kamis (17/10).

Sandiaga, di Antara Wagub Jakarta dan Isu Ketum GerindraFoto: Sufmi Dasco Ahmad. (Mochammad Zhacky/detikcom).

"Sekaligus tanda penghargaan yang diberikan partai dan kembalinya ditempatkan menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra. Penghargaan pada hari itu pun diberikan kepada 30 kader yang berjasa kepada partai," sambung wakil Ketua DPR itu.

Menurutnya, rapimnas antara lain hanya membicarakan sikap politik Gerindra dan agenda-agenda partai ke depan. Dasco menegaskan penetapan ketua umum harus melalui mekanisme kongres atau kongres luar biasa (KLB).

"Untuk berita yang beredar di media massa atau grup WhatsApp yang menyatakan bahwa dalam rapimnas, Sandiaga Uno sebagai Ketua Umum Gerindra adalah tidak betul alias hoax. Karena untuk menentukan ketua umum itu ada agenda sendiri, melalui kongres atau kongres luar biasa," tegasnya.
Halaman

(elz/haf)