"Ya kemarin kan sudah diputuskan, kalau diundang masuk pemerintah Pak Prabowo dan Gerindra putuskan bersedia masuk pemerintah. Tapi kalau tidak diundang oleh Pak Jokowi ya tidak apa-apa, di luar di dalam kita nggak masalah, kita tetap untuk negeri, untuk nusa dan bangsa," kata Hashim di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya pribadi kan nggak terlalu penting. Yang penting kan partai dan Pak Prabowo. Itu yang diputuskan," ujarnya saat ditanya soal pendapat pribadi terkait keputusan Prabowo.
Sebelumnya, Ketum Gerindra Prabowo Subianto telah menyampaikan sikap politik di hadapan para kader dan pengurus Gerindra. Kini Prabowo menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait masuk atau tidaknya Gerindra ke koalisi.
"Iya (menunggu Pak Jokowi). Jadi tentu kami persilakan apabila Pak Jokowi dan pemerintah lima tahun ke depan membutuhkan dan bersesuaian dengan konsepsi Gerindra. Tentu Gerindra dengan kesanggupannya, kita akan bekerja," kata juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, di sela Rapimnas Gerindra di kompleks Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10).
Dahnil tak secara gamblang mengatakan Gerindra bersedia masuk ke pemerintah. Dia hanya mengungkapkan Prabowo siap jika negara memanggil.
"Kalau bahasa Pak Prabowo itu adalah, bila negara memanggil, tidak ada alasan. Karena Pak Prabowo tadi ya patriotisme itu penting, jadi untuk kepentingan bangsa dan negara, pilihan-pilihan politik yang tadi dalam rangka merukunkan dalam rangka kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya saat ditanya apakah pernyataan Prabowo menyiratkan ketersediaan Gerindra masuk ke koalisi.
Survei Parameter Politik: Mayoritas Tolak Prabowo Masuk Pemerintahan
Halaman 2 dari 2










































