"Soal menteri dan pengisian kabinet ini kan macam-macam pertimbangan presiden sebelum memutuskannya ya. Misalnya saja, di 2014 kemarin Golkar, PPP, dan PAN kan tidak mendukung Pak Jokowi namun masuk kabinet," kata Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Kamis (17/10/2019).
Pada Pilpres 2014, Golkar, PPP, dan PAN memang tak mengusung Jokowi, yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). Namun, seiring dengan berjalannya pemerintahan Jokowi, ketiga partai itu mendapat kursi menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jansen sendiri menyebut Demokrat tak mau ikutan berpolemik terlalu jauh tentang kabinet Jokowi jilid II. Demokrat, menurut Jansen, menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.
"Kalau sikap kami, Partai Demokrat, tidak ingin terlibat terlalu jauh dalam polemik pembahasan terkait soal-soal kabinet ini ya. Biarlah itu sepenuhnya jadi kewenangan Pak Jokowi. Mau milih siapa pun terserah pada beliau," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Erick Thohir berharap Jokowi memilih orang-orang yang berjuang memenangkannya di Pilpres 2019 untuk masuk kabinet. Dia juga berharap orang-orang tersebut memiliki rekam jejak yang baik.
"Saya selalu bilang, siapa pun yang terpilih saya berharap orang-orang yang 'berkeringat' kemarin dan yang penting punya track record yang baik," kata Erick seusai bertemu Seskab Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).
Simak Video "Jokowi Pastikan Sejumlah Wajah Lama Bertahan di Kabinet Baru"
Halaman 2 dari 1










































