detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 16:18 WIB

Wisata Lombok Timur Tak Hanya 'Jual' Alam, Tapi Aktvitas Masyarakat

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Wisata Lombok Timur Tak Hanya Jual Alam, Tapi Aktvitas Masyarakat Foto: dok detikcom
Lombok Timur - Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada periode 2014-2018 tumbuh sebesar 67,6%. Naik hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan periode 2009-2013, sebesar 39,2%.

Peningkatan jumlah wisman ini tentunya tak lepas dari peran serta masyarakat yang terus berinovasi dalam memajukan sektor pariwisata mulai dari tingkat desa. Saat ini, sudah banyak bermunculan desa-desa wisata di Indonesia, tak terkecuali di Pulau Lombok.

Di Lombok Timur ada puluhan desa wisata yang dipersiapkan untuk menjadi desa wisata kelas dunia, salah satunya yakni Desa Kembang Kuning. Desa yang ditetapkan sebagai desa wisata oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ini terkenal dengan potensi alamnya berupa persawahan, air terjun, serta kegiatan-kegiatan masyarakat.


"Mengenai potensi yang ada di Kembang Kuning, di samping kita menjual paket-paket kepada para tamu baik itu paket wisata alam, paket wisata air terjun, juga ada paket-paket produk industri rumah tangga yang dikelola oleh penduduk seperti yang ada di homestay-homestay," ungkap Kepala Desa Kembang Kuning, Lalu Sujian kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sujian mengungkapkan bahwa paket-paket wisata yang ada di Desa Kembang Kuning dikoordinir oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) syariah Desa Kembang Kuning.
Wisata Lombok Timur Tak Hanya 'Jual' Alam, Tapi Aktvitas MasyarakatFoto: dok detikcom

Ketua Pokdarwis Kembang Kuning, Roni mengatakan bahwa pengurus inti Pokdarwis di desa ini ada 20 orang. Berawal dari orang-orang inilah ide-ide mengenai pengembangan desa di Kembang Kuning muncul. Mulai dari wisata coffe process, coconut oil process, keliling desa dan sawah, hingga air terjun.

"Kami punya Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur. Jadi tiap satu kali satu bulan kami koordinasi semua di kabupaten. Kemudian kami yang membuat paket, sejauh ini ada 5 paket wisata di Lombok Timur, ada Rinjani, Rice Field Tour, Village tour, Gili Island Tour, dan River Tubing," terangnya.

Menurutnya, dengan adanya paket-paket wisata ini semua desa di Lombok Timur dapat bersinergi dalam membangun pariwisata daerah. Setiap desa memiliki tugasnya masing-masing, seperti penyediaan homestay di Desa Tete Batu, wisata alam dan persawahan di Kembang Kuning, wisata air terjun di Jeruk Manis, dan lain sebagainya.

Roni juga mengungkapkan bahwa tak hanya berfokus pada pelayanan, Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur juga memanfaatkan teknologi sebagai sarana promosi ke turis asing. Mereka menggunakan berbagai media sosial seperti Facebook dan Instagram dan juga platform digital booking.com, yang akhirnya menarik banyak wisatawan mancanegara.

Roni berkata saat ini pengunjung yang datang ke Desa Kembang Kuning rata-rata 150 orang per bulan dan mayoritas merupakan wisatawan mancanegara yang berasal dari Eropa. Ia berujar bahwa semua pencapaian ini berkat kerja sama antara Pokdarwis, pemerintah desa serta masyarakat.

"Di luar pengurus inti, semua lembaga desa, LKMD, BPD, masyarakat, semua merupakan anggota pokdarwis. Orang nggak mungkin bisa jalan tanpa koordinasi semua, karena kami menjual aktivitas masyarakat bukan hanya menjual panorama alam," pungkasnya.

Ikuti terus berita-berita tentang kabar desa dari desa-desa di seluruh Indonesia. Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.


(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com