detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 14:39 WIB

Mantan Dubes RI dan Wartawan Senior August Parengkuan Tutup Usia

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Mantan Dubes RI dan Wartawan Senior August Parengkuan Tutup Usia Foto: August Parengkuan (ist)
Jakarta - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Italia August Parengkuan meninggal dunia pagi tadi. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan dukacita untuk keluarga.

"Betul beliau meninggal sesuai informasi yang diterima oleh Kemlu," kata Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah saat dihubungi, Kamis (17/10/2019).

August yang juga mantan wartawan Kompas ini meninggal dunia pukul 05.50 WIB. Dia mengembuskan napas terakhir di usia 79 tahun.

Di media sosial, ucapan dukacita banyak mengalir untuk August, baik dari keluarga, kolega maupun sahabat.

Catatan wartawan senior Ishadi SK, dirinya mengenal August Parengkuan sejak awal memang bercita-cita sebagai diplomat. Datang ke Jakarta, August berencana masuk ke Akademi Dinas Luar Negri. Namun sayang begitu dia sampai di Jakarta, akademi itu telah dibubarkan.

"Hingga kemudian ia'terdampar' di Kompas, institusi yang kemudian membesarkannya dan akhirnya mengantarnya memenuhi cita-citanya menjadi diplomat, dalam posisi tertinggi Duta Besar Berkuasa Penuh RI," tulis Ishadi.

Ishadi menuturkan, semasa menjadi wartawan, sosok August dikenal tangguh. Lepas dari posisi sebagai wartawan senior di Istana (1966-1971), karirnya melejit cepat. Di antaranya dia tercatat pernah menjabat redaktur bidang politik harian Kompas (1981-1987), wakil redaktur pelaksana Kompas (1989 - 1990), hingga wakil pemimpin redaksi Kompas (1993-2000). Sebuah posisi prestisius di harian itu karena langsung berada di bawah Jakob Oetama - yang waktu itu menjabat pemimpin redaksi.

August sendiri dilantik menjadi Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk Italia di Istana Negara Senin 3 September 2012. Catatan Ishadi, August menjadi wartawan kesembilan yang menempati posisi Duta Besar RI semenjak Indonesia merdeka.

Semula jenazah August direncanakan disemayamkan di kediaman di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Namun keluarga memutuskan jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka Sentosa di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Pantauan detikcom di RSPAD tampak pihak keluarga sedang mempersiapkan kedatangan jenazah.

Keponakan August, Kikien, mengatakan, jenazah rencananya akan disemayamkan di rumah duka di RSPAD Gatot Soebroto hingga Minggu (17/10). Pemakaman akan dilakukan di Sandiego Hill Karawang jika seluruh keluarga inti sudah berkumpul. Menurutnya dua orang anak almarhum saat ini sedang dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat.

"Makanya sampai hari Minggu. Kan dadakan. Ini sebenarnya nggak sakit. Sakit perut sih. Sakit perut aja, mungkin ada infeksi kita nggak tahu. Mungkin usia juga kan, soalnya sudah sekitar 76," ujar Kikien.

"Kaget semua. Ya gimana, kita nggak tau umur ya. Kita kaget semua. Ya, karena pikir biasa kan, nggak apa-apa. Ya mungkin karena usia juga, mungkin juga ada kaitan sama jantung kali ya. Kalau sudah usia kan sedikit di sini dia langsung merembet ke mana-mana," sambungnya.

Menurut Kikien, sosok August tetap aktif berkegiatan selepas jadi Dubes RI untuk Italia. Menurutnya almarhum adalah sosok yang tegas dan punya pengetahuan luas.

"Jadi menyampaikan sesuatu enak untuk diskusi karena pengtahuan yang banyak. kita bisa diskusi. Karena pengalaman wartawan kali ya. Kayak ada masalah apa enak buat diskusi. Dan kalau dia ngajarin kita itu enak, nggak langsung. Dia kasih contoh. Jadi untuk menerimanya kita juga enak. Kalau anak-anak muda kan biasa panas hati tu. Tapi karena penyampaiannya bagus kita bisa menerima," ujarnya mengenang.
(hri/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com