Dari informasi yang dihimpun, mahasiswa berusia 19 tahun itu meninggal saat Pradiksar di Desa Tajung Senai, Ogan Ilir
Informasi dihimpun, mahasiswa berusia 19 tahun itu tewas di Desa Tanjung Senai, Ogan Ilir. Korban tiba-tiba kejang hingga dilarikan ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar menurut Tito mengikuti kegiatan Pradiksar pada Minggu (13/10). Namun tiba-tiba mendapat kabar Akbar dirawat di rumah sakit, korban meninggal pada Rabu (16/10) sekitar pukul 15.25 WIB.
"Saya dapat kabar sudah di rumah sakit. Nanti lagi ya masih berduka," sambung Tito.
Sementara itu Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi mengaku dirinya sudah menerima laporan meninggalnya Akbar. Laporan itu disampaikan langsung oleh orang tuanya Tito.
"Sementara ini kami masih mendalami perkara itu, orang tua lapor juga sudah kita terima. Upaya berikutnya itu masih kita dalami," kata Imam.
Korban, kata Imam, mengikuti kegiatan bersama teman-temannya dari kampus. Korban direncanakan mengikuti diksar selama sepekan.
"Katanya pelaksanaan itu hari Minggu. Artinya ada peserta dan itu akan kami dalami sesuai laporan, itu laporan kita terima terkait Pasal 351 (penganiayaan) dan penyebabnya apa belum tahu," ujar Imam. (ras/fdn)










































