Panglima ke Prajurit TNI: Ingatkan Keluarga Tak Terpancing Provokasi

Panglima ke Prajurit TNI: Ingatkan Keluarga Tak Terpancing Provokasi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 17 Okt 2019 09:57 WIB
Foto: Panglima TNI Marsekal Hadji Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Foto: Panglima TNI Marsekal Hadji Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengimbau seluruh keluarga personel TNI-Polri untuk tidak terpengaruh pihak-pihak yang provokatif di hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Hadi juga meminta keluarga personel TNI-Polri tidak terpancing ajakan rusuh karena akan merugikan diri sendiri.

"Sebagai insan hamba Tuhan, maka saya juga perintahkan para prajurit TNI dan anggota Polri, mengajak keluarga dan masyarakat luas untuk bersama-sama berdoa, agar upacara pelantikan berjalan dengan khidmat dan membawa keberkahan bagi bangsa dan negara ini," kata Hadi dalam amanatnya saat apel gelar pasukan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

"Sampaikan pula untuk senantiasa tidak terpengaruh dengan ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang hanya bermaksud memprovokasi dan membuat rusuh. Kerusuhan dan kerusakan hanya akan membawa kerugian bagi kita sendiri," sambung mantan Kepala Staf Angkatan Udara tersebut.


Hadi mengatakan tugas yang sudah diemban personel TNI-Polri cukup berat karena nama baik dan marwah NKRI dipertaruhkan. Dia mengatakan seluruh komponen bangsa termasuk keluarga personel TNI-Polri harus bahu-membahu memastikan kelancaran dan ketertiban acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

"Tugas yang kita laksanakan adalah demi bangsa dan negara. Marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia dipertaruhkan dalam event ini," sebut Hadi.


Hadi mengamanahkan seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan koordinasi yang baik. Dia meminta seluruh personel menghilangkan ego satuan demi kepentingan bangsa dan negara.

"Oleh karena itu laksanakan koordinasi ketat, baik dengan satuan atas, samping, maupun satuan bawah. Laksanakan pula koordinasi yang baik dengan instansi-instansi terkait lainnya. Hilangkan ego sektoral yang sempit. Saatnya kita berbuat untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara," imbuh Hadi.




Tontn juga video Jokowi Ingin Pelantikan Sederhana, Karnaval Relawan Dibatalkan:

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/fjp)