detikNews
2019/10/16 21:45:19 WIB

Round-Up

Gaduh Gerindra vs PD di Pekarangan Rumah Koalisi Jokowi

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Gaduh Gerindra vs PD di Pekarangan Rumah Koalisi Jokowi Foto: Prabowo Subianto-SBY saat bertemu. (Dok Istimewa).
Jakarta - Partai Gerindra tampaknya gemas karena sang ketum, Prabowo Subianto terus menerus diserang oleh Partai Demokrat (PD). Suasana panas kedua partai sekoalisi di Pilpres 2019 ini terjadi di tengah perjalanan kedua partai itu masuk ke koalisi Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, Prabowo telah bertemu dengan Jokowi pada Jumat (10/10) lalu untuk membicarakan kemungkinan bergabungnya Gerindra ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Setelahnya, Prabowo lalu melakukan safari politik yang dinilai sebagai bentuk 'kulonuwun' kepada partai-partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019.

Prabowo datang menemui Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Jauh hari, Prabowo juga sudah bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum PPP Suharso.



Safari politik Prabowo sepertinya menggelitik Demokrat. Sebab meski sudah bertemu dengan Jokowi dengan maksud yang sama, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak segencar Prabowo dalam bergerilya.

Demokrat justru terus menerus melemparkan serangan ke Gerindra. Satu isu yang diangkatnya adalah soal kesepakatan Prabowo dengan Surya Paloh terkait amandemen UUD 1945. Soal amandemen UUD 1945 menyeluruh memang menjadi salah satu poin kesepakatan hasil pertemuan Prabowo-Paloh.

Setelah menuding Prabowo-Paloh pragmatis, Demokrat kini menyebut kedua tokoh itu jadul alias zaman dulu. Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menyebut Pasal 37 UUD 1945 saat ini tidak memungkinkan amandemen dilakukan secara menyeluruh.

"Di Pasal 37 UUD sudah jelas diatur: sekarang perubahan UUD hanya bisa dilakukan pasal per pasal saja. Tidak bisa lagi menyeluruh dan komperhensif seperti dulu. Jadi masyarakat tenang saja, ide ini tak akan terjadi," kata Jansen kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Gaduh Gerindra vs PD di Pekarangan Rumah Koalisi JokowiFoto: Jansen Sitindaon. (Gibran Maulana/detikcom).

"Di Pasal 37 UUD yang sekarang berlaku: perubahan itu hanya bisa dilakukan terhadap pasal-pasal tertentu saja. Dan dalam usulan itupun harus disampaikan dengan jelas bagian mana yang hendak diubah beserta alasannya," sambungnya.

Bila merujuk pada UUD 1945 yang lama menurutnya memang amandemen bisa dilakukan secara menyeluruh. Atas dasar itu, Jansen menganggap Prabowo-Paloh sudah ketinggalan zaman atau jadul.

"Jadi cara berpikir pak Prabowo dan Surya Paloh dalam mengubah UUD ini sudah zaman 'jadul'. Sudah kedaluwarsa. Karena perubahan menyeluruh dan komprehensif itu hanya bisa dilakukan menggunakan tatacara di Pasal 37 Undang Undang Dasar lama yang sudah tidak berlaku lagi," sebut eks juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +