Eks Direktur Krakatau Steel Dituntut 2 Tahun Penjara

Faiq Hidayat - detikNews
Rabu, 16 Okt 2019 15:00 WIB
Sidang kasus Krakatau Steel (Faiq/detikcom)


Setelah menjalin hubungan dekat dengan Wisnu melalui Alexander, jaksa menyebut, Kenneth kerap mendapat proyek dari PT Krakatau Steel atau anak perusahaan lainnya, yang nilainya miliaran rupiah. Proyek itu disebut jaksa terjadi dalam kurun waktu 2012-2016.

"Pada tahun 2012 pekerjaan pengadaan CO2 Observer di PT KE senilai USD 6 juta di mana Wisnu saat itu menjabat Direktur PT KDL. Tahun 2014-2015 pekerjaan subkontrak pengadaan boiler 23 ton per jam di PT Krakatau Steel senilai Rp 7 miliar, lalu tahun 2015-2016 pekerjaan pengadaan boiler 35 ton per jam senilai Rp 20 miliar," kata jaksa KPK.



Atas pekerjaan itu, jaksa menyebut Alexander menerima uang Rp 101 juta dari Kenneth di Starbucks Bintaro dan menerima Rp 55 juta serta Rp 1,2 juta dari Eddy Tjokro. Setelah itu, Alexander bertemu dengan Wisnu Kuncoro membahas pekerjaan yang dilakukan PT Grand Kertech dan PT Tjokro Bersaudara.

"Uang tersebut ditujukan untuk Wisnu Kuncoro dan diterima Wisnu Kuncoro Rp 20 juta. Dengan demikian, uang Rp 20 juta seluruhnya beralih penguasaannya kepada penerima, yaitu Wisnu melalui Alexander, maka memperhatikan pengertian unsur menerima hadiah atau janji sebagaimana diuraikan di atas dengan menghubungkan fakta persidangan, bahwa Wisnu Kuncoro benar menerima uang Rp 20 juta. Dengan demikian, unsur menerima hadiah atau janji terpenuhi terbukti secara sah dan meyakinkan," papar jaksa.




Tonton juga video Penyuap Eks Direktur Krakatau Steel Divonis 1 Tahun 9 Bulan Bui:

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(fai/idn)