RI Jangan Terjebak Lagi dalam Skenario AS Soal Al Farouq
Rabu, 09 Nov 2005 09:08 WIB
Jakarta -
Wakil Ketua MPR AM Fatwa meminta agar Badan Intelijen Negara (BIN) harus menetralisir kecurigaan masyarakat bahwa tindakan Umar Al-Farouq selama berada di Indonesia adalah skenario intelijen AS.Dimana intelijen Indonesia tertipu dan kemudian takluk untuk harus menyerahkan Umar Al-Farouq ke intelijen AS. "Fitnah dan kejahatan yang dilakukan Umar Al-Farouq bagi kita sulit dimaafkan karena bukan saja kalangan masyarakat sipil yang dijadikan sasaran, bahkan TNI pun difitnah saat itu," ujar AM Fatwa dalam siaran pers yang diterima detikcom Rabu (9/11/2005).Pernyataan Fatwa tersebut menanggapi kaburnya Umar Al Farouq dari tahanan AS yang dinilai beberapa kalangan aneh dan misterius.Fatwa menambahkan Umar Al-Farouq telah bertahun-tahun tinggal di Indonesia sambil menyebarkan racun fitnah berbahaya, sehingga ada kecurigaan bahwa dia sebenarnya agen CIA. Yang ternyata kemudian begitu mudah ditangkap oleh BIN kemudian diserahkan baik-baik kepada AS, Fatwa menilai hal ini memalukan martabat kedaulatan Indonesia karena sesungguhnya Umar Al-Farouq yang mestinya diadili di Indonesia dengan berbagai peristiwa kerusuhan politik yang melibatkan namanya."Tetapi jangankan diadili sekedar diminta jadi saksi untuk perkara Ustad Abubakar Basyir, AS tidak meloloskannya," sesalnya.Fatwa menghargai langkah Menkeh HAM Hamid Awaluddin dan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto yang telah memerintahkan kepada jajarannya untuk melakukan tindak pencegahan masuknya kembali Umar Al- Farouq ke Indonesia. "Namun kita minta agar segenap aparat keamanan lainnya khususnya komunitas intelijen semuanya mengambil langkah yang sama, khususnya BIN yang dulu menangkap dan menyerahkan Umar Al-Farouq ke AS," ujarnya.
(ddn/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































