detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 23:37 WIB

Kodim Kendari Luruskan Hoax Posting-an Kolonel HS Bantu Korban Kecelakaan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kodim Kendari Luruskan Hoax Posting-an Kolonel HS Bantu Korban Kecelakaan Kodim Kendari klarifikasi soal hoax terkait Kolonel Hendi (Facebook Kodim Kendari)
Jakarta - Kodim 1417 Kendari meluruskan posting-an di media sosial tentang Kolonel Hendi Suhendi (HS). Banyak beredar posting-an Kolonel Hendi yang berkaitan dengan kegiatan sosial hingga penegakan hukum.

Posting-an ini tersebar di media sosial setelah Kolonel Hendi disanksi berupa pencopotan jabatan. Klarifikasi disampaikan Kodim Kendari lewat akun Facebook-nya.

"Terkait dengan berita pencopotan Dandim Kendari yang sedang hangat di beritakan di berbagai media elektronik dan sosial media beberapa hari terakhir ini, Admin bermaksud mengklarifikasikan beberapa hal," demikian kata Kodim Kendari dalam halaman Facebook seperti dilihat detikcom, Selasa (15/10/2019).


Dalam salah satu posting-an yang beredar, disebutkan Kolonel Hendi pernah membatu korban tabrakan di jalanan saat akan mengikuti upacara HUT ke-74 RI. Namun, diketahui sosok pria tersebut ialah Dandim Kendari sebelum Kolonel Hendi yakni Letkol CPN KRH Fajar Lutvi Haris Wijaya.

"Beredar di beberapa grup sosial media khususnya di daerah Sulawesi Tenggara postingan foto dan berita Dandim Kendari membantu evakuasi korban tabrakan, membantu penegakan hukum dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Foto dan berita tersebut adalah Dandim Kendari yang lama Letkol CPN KRH Fajar Lutvi Haris Wijaya yang saat ini berdinas sebagai WA ASLOG KASDAM XIV/HSN," kata dia.

Diketahui, pergantian jabatan pimpinan Kodim 1417 Kendari dari Letkol Fajar ke Kolonel Hendi terjadi dua bulan lalu. Kodim 1417 Kendari mengingatkan pihak yang mem-posting hal tersebut untuk melakukan revisi atau menghapus posting-an tersebut.


"Kami himbau Kepada semua Pihak yang telah menggunakan foto dan kegiatan Dandim Kendari yang lama Letkol Fajar Wijaya harap segera merevisi atau menghapus postingannya, karena informasi yang digunakan salah," tuturnya.

"Mari cerdas berliterasi. Saring sebelum sharing dan lawan hoax untuk kemajuan bangsa," tambahnya.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com