detikNews
2019/10/15 20:30:39 WIB

Round-Up

Manuver PD: Serang Prabowo Sambil Klaim Bersatu dengan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Manuver PD: Serang Prabowo Sambil Klaim Bersatu dengan Jokowi Momentum pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Demokrat SBY. (Foto: dok Setpres)
Jakarta - Di balik gerilya seorang Prabowo Subianto, ada manuver Partai Demokrat. Semuanya digencarkan demi koalisi dengan Jokowi terjadi kata sepakat.

Seperti diberitakan dalam beberapa waktu terakhir tentang gerilya Prabowo ke tokoh-tokoh yang selama ini berada di lingkaran dalam Jokowi mulai dari PDIP, PPP, Partai NasDem, PKB, hingga Partai Golkar. Di sisi lain, Partai Demokrat tampak agak sengit menanggapi, terlebih ketika Prabowo menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Manuver PD: Serang Prabowo Sambil Klaim Bersatu dengan JokowiPertemuan Prabowo dan Surya Paloh (Antara Foto/Dhemas Reviyanto/wsj)


Saat itu, Prabowo dan Paloh sepakat soal amandemen UUD 1945 secara menyeluruh. Kesepakatan yang dimaksud diputuskan usai pertemuan Prabowo dan Paloh pada Minggu (13/10) malam. Adapun bunyi kesepakatan untuk poin amandemen UUD 1945 itu adalah sebagai berikut:

"Kedua pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen undang-undang dasar 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh yang menyangkut kebutuhan tata kelola negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang lebih baik."

Saat itu Wasekjen Demokrat Andi Arief mengungkap ketidaksetujuan soal kesepakatan tersebut dan menilai Prabowo-Paloh pragmatis. "Semoga kekhawatiran saya soal cita-cita Prabowo menghidupkan demokrasi terpimpin tidak terjadi. Saya betul-betul khawatir, apalagi beliau sering pragmatis seperti Surya Paloh," kata Andi Arief kepada wartawan, Senin (14/10/2019).




Di akun Twitter-nya, Andi Arief mem-posting informasi soal Paloh dan Prabowo yang dalam pertemuannya sepakat amandemen UUD 1945 secara menyeluruh. Andi Arief pun lalu membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo.

"Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menyelamatkan jalan demokrasi yang benar menghadapi rencana demokrasi terpimpin ala Pak Prabowo, Surya Paloh, dan beberapa kekuatan politik lainnya. Mereka menikmati demokrasi untuk memundurkannya," tuturnya.

"Mereka tidak akan timbul-tenggelam bersama rakyat, mereka timbul-tenggelam dengan cita-cita kediktatoran," imbuh Andi Arief.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com