detikNews
2019/10/15 20:02:04 WIB

Round-Up

Karir TNI yang Kesandung Postingan Istri Dijamin Tak Mati

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 3
Karir TNI yang Kesandung Postingan Istri Dijamin Tak Mati Foto: Kolonel Hendi Suhendi. (Dok TNI AD).

Untuk itu, Andika kembali mengingatkan prajurit dan keluarganya untuk bijaksana di media sosial. Sebab ada sanksi tegas yang bakal diberi jika melanggar.

"Cara kami sebetulnya sudah dimulai sejak tahun lalu, secara spesifik kita beri perintah ke satuan bawah untuk tidak salah gunakan media sosial untuk tidak sebarkan info yang nggak benar, alias hoax. Tidak sebarkan info provokatif, pecah belah dan tidak menyebarkan info yang menumbuhkan kebencian," tegas Andika.

Andika mengatakan TNI AD telah menyebut aturan untuk tertib di media sosial bagi para prajurit dan keluarganya sudah disampaikan sejak tahun lalu. Menurut Andika, bermedia sosal adalah hak setiap individu, namun harus ada batasannya.

"Dari tahun lalu bulan Juli, Agustus tahun lalu bukan kepada anggota, tapi kepada keluarganya, setiap kali kami keluarkan perintah karena ada insiden penyalahgunaan sosial media. Penyalahgunaan ini harus kita kontrol, karena memang satu hal yang tak bertanggung jawab, kami ini AD dan keluarganya punya rambu bermedia sosial, media sosial hak setiap orang tapi mereka harus tahu batas," ujar Andika.

Andika menilai informasi atau berita yang prajurit dan keluarganya sebarkan ke media sosial harus benar dan tidak menimbulkan kebencian. Andika mengatakan telah mengambil tindakan tegas kepada bawahanya yang menyalahgunakan medial sosial.

"Informasi yang mereka putuskan untuk mereka share itu harus informasi yang memang benar dan tadi, tidak timbulkan kebencian provokasi atau berita yang tidak benar. Setelah dua kali tahun lalu, tahun ini Januari, April dan setiap kali kita mengeluarkan perintah kepada satuan bawah itu karena ada insiden penyalahgunaan sosial media," sebutnya.


Jenderal Andika juga menjawab kritikan mengapa TNI AD menghukum prajurit atas kesalahan istrinya. Andika menegaskan istri prajurit juga harus menjaga diri karena tidak bisa dipisahkan dari suami.

"Karena sejak mereka menyatakan dirinya siap untuk menikah dengan anggota TNI AD mereka harus menerima bahwa mereka akan menjadi istri prajurit kemudian juga memiliki jabatan. Sejak mereka menikah menjadi bagian dari kehidupan suaminya di TNI AD mereka sudah diikat bahwa mereka itu harus jaga diri baik dalam dinas maupun pribadi," kata Andika.

Seperti diketahui, postingan istri sejumlah prajurit TNI AD soal penusukan Wiranto menyebabkan suami-suaminya dicopot dari jabatan hingga dihukum tahanan. Mereka memposting hingga berkomentar miring soal insiden penusukan itu di media sosial hingga akhirnya viral. Kasus yang sama juga dialami prajurit dari matra Angkatan Udara.
(elz/zak)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com