Round-Up

Karir TNI yang Kesandung Postingan Istri Dijamin Tak Mati

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 20:02 WIB
Foto: Kolonel Hendi Suhendi. (Dok TNI AD).
Foto: Kolonel Hendi Suhendi. (Dok TNI AD).

Meski begitu, jenderal bintang empat ini memastikan karir 7 prajurit tersebut tak akan mati. Mereka masih terus bisa naik ke jenjang karir berikutnya manakala persoalan kasusnya sudah dianggap selesai.

"Hukuman disiplin ini sebetulnya adalah pembinaan, karena sebetulnya opsi yang kami punya itu ada beberapa. Ada hukuman disiplin militer itu yang paling ringan, kemudian ada hukum pidana militer," jelas Andika.

Dengan peradilan militer, hukuman atau konsekuensi yang dihadapi prajurit akan lebih berat. Andika merinci, bisa ada tambahan hukuman pemberhentian dari TNI.

"Konsekuensi (peradilan) lebih berat dan sangat sering terjadi, hukuman tambahan berupa pemberhentian dengan hormat dari dinas keprajuritan, dan ada opsi ketiga langsung ke pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas keprajuritan," jelasnya.

Karir TNI yang Kesandung Postingan Istri Dijamin Tak MatiFoto: KSAD Jenderal Andika Perkasa. (Ari Saputra/detikcom).

Andika menghindari memberi hukuman lewat peradilan militer karena bisa berdampak pada karir prajurit-prajurit itu. Dengan menggunakan dasar hukum disiplin militer, karir 7 prajurit tersebut masih tetap bisa diperbaiki setelah adanya hukuman dan pembelajaran.

"Saya melihat bahwa anggota kita adalah anggota-anggota yang sebenarnya adalah prajurit yang bagus, kami harus mengingatkan karena sudah berkali-kali kita ingatkan agar kita lebih bertanggung jawab. Tapi juga kami tidak ingin mematikan karir mereka," kata Andika.

"Saya ingin mereka tetap punya kesempatan setelah hukuman disiplin militer ini dijalani mereka masih punya kesempatan yang sama. Mereka bisa kembali ke track-nya lagi, bisa menjadi pimpinan-pimpinan kita karena sudah banyak contoh yang dialami para senior yang juga pernah tapi pelajar, maksudnya pernah tersandung tapi kemudian belajar memperbaiki diri sehingga menjadi prajurit yang lebih profesional," sambungnya.

Mantan Pangkostrad ini lalu kembali mengingatkan kepada para prajurit untuk bisa menjaga keluarganya. Andika menegaskan, sudah ada aturan dari pimpinan teratas TNI berjenjang hingga satuan-satuan di bawahnya agar prajurit TNI dan keluarga bijaksana dalam menggunakan media sosial. Ada larangan soal posting-an hingga komentar yang berbau hoax dan provokatif. Maka hukuman terhadap Kolonel Hendi Suhendi akibat ulah istrinya, kata Andika, memang sudah ada dasarnya.

"(Soal) keluarga seperti yang sudah saya bilang tadi sudah kita berkali-kali, dan setiap kali kita memberikan ke satuan bawah, itu memang karena ada insiden. Jadi bukan karena adanya iseng-iseng kita keluarkan perintah, tidak," urai Andika.

"Ada insiden yang melibatkan anggota maupun keluarganya juga itu yang digunakan sebagai dasar maka kita kembali mengeluarkan perintah mengingatkan lagi pastikan mereka juga menjaga keluarganya sehingga pada suatu saat pada akhirnya Agustus tahun lalu kita memerintahkan tindak tegas anggota maupun keluarganya. Karena kita tidak ingin AD dilihat dari luar sebagai atau memiliki penilaian yang tidak sejalan dengan nilai kami," imbuh dia.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3