Luncurkan Buku Ketiga, Mendes Beberkan Pemberdayaan Ekonomi Desa

Luncurkan Buku Ketiga, Mendes Beberkan Pemberdayaan Ekonomi Desa

Nurcholis Ma - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 17:46 WIB
Foto: Kemendes PDTT
Foto: Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meluncurkan buku seri ketiganya tentang pembangunan desa berjudul 'Rural Ekonomics III: Menguatkan Pilar Ekonomi Desa'. Buku ini berisi buah pemikirannya selama menjadi menteri dan mengungkapkan tahapan proses pembangunan desa-desa di Indonesia, terutama pemberdayaan ekonomi.

"Persoalan besar di desa adalah banyaknya masalah itu sebenarnya karena kemiskinan. Kemiskinan hanya bisa diatasi dengan menciptakan aktivitas ekonomi di desa. Buku ini adalah sharing (berbagi) bagaimana proses kita menciptakan aktivitas ekonomi di desa," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).

Sebelumnya, Eko sudah meluncurkan dua seri buku pertamanya, yaitu' Rural Ekonomics: Menggerakkan Roda Ekonomi Desa' serta 'Rural Ekonomics II: Meyakini Desa Mau dan Mampu Membangun'.


"Buku (seri) yang pertama fokus bagaimana tata kelola sangat penting dalam melakukan pembangunan desa, karena dana desa adalah program baru," ujar Eko.

"Buku yang kedua lebih banyak ke infrastruktur, dan buku ketiga adalah bagaimana tentang pemberdayaan ekonomi di desa, karena infrastruktur sudah banyak," imbuhnya.

Menurut Eko, banyak hal yang telah dicapai oleh program dana desa. Meski demikian ia juga tidak menampik masih banyaknya hal yang perlu dilakukan untuk pembangunan perdesaan di Indonesia. Ia menilai pembangunan perdesaan adalah upaya yang tidak mengenal akhir.

"Paling penting adalah bagaimana kita ciptakan aktivitas ekonomi supaya kemiskinan berkurang sehingga otomatis permasalahan lain juga akan berkurang," ujarnya.

Lebih lanjut Eko menuturkan rendahnya aktivitas ekonomi di desa disebabkan oleh masih minimnya infrastruktur dasar, seperti jalan, listrik, dan internet, sehingga dana desa yang telah membangun ribuan infrastruktur dasar tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan aktivitas ekonomi desa.

"Desa itu miskin karena (produksi) tidak fokus pada produk tertentu dan tidak memenuhi skala ekonomi. Makanya biaya produksinya tinggi ditambah lagi tidak ada jalan, tidak ada infrastruktur," ucapnya.


"Tapi dengan adanya dana desa, infrastruktur sudah terbangun. Dari tahun 2015 hingga per Juli 2019 saja sudah terbangun sepanjang 201.899 kilometer jalan desa. Belum lagi ribuan infrastruktur lainnya," pungkasnya.

Adapun informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.


Simak juga video "Jalur Asri nan Hijau Kampung Sri Rezeki yang Ternodai Jalanan Rusak" :

[Gambas:Video 20detik]

(akn/akn)