Kemenhub Uji Alat Sistem Identifikasi Otomatis agar Sesuai Standar

Kemenhub Uji Alat Sistem Identifikasi Otomatis agar Sesuai Standar

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 16:50 WIB
Foto: Kemenhub Laut
Foto: Kemenhub Laut
Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) melakukan pengujian Automatic Identification System (AIS). Pengujian ini bertujuan memastikan dan membuktikan AIS sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan sesuai dengan standar sebelum dipasarkan.

"Hari ini kami melaksanakan uji fungsi secara keseluruhan dan memastikan kesesuaian hasil uji laboratorium sesuai dengan kondisi real di lapangan yang dilaksanakan di atas kapal KN. Mitra Utama milik BTKP dengan wilayah pelayaran dari Dermaga BTKP sampai buoy terluar," ujar Pelaksana Tugas Kantor Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Erika Marpaung, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).

Erika mengatakan uji fungsi tersebut merupakan rangkaian pengujian lanjutan. Sebelumnya, telah dilaksanakan pengujian terhadap AIS Transceiver Kelas B dari beberapa merk sebagai proses pengujian dengan kesesuaian terhadap IEC 00287-1 ITU-R.


"Hari ini produk yang diuji antara lain produk dalam negeri 1 unit dan produk impor 6 unit," ungkapnya.

Lebih lanjut, Erika menjelaskan, sesuai dengan KM 67 Tahun 2002, kantor BTKP memiliki tugas utama untuk memastikan alat-alat keselamatan pelayaran melalui pengujian lapangan serta melalui laboratorium. Pengujian itu dilakukan guna mendapatkan sertifikat sebelum dipasarkan. Ada beberapa produk AIS yang didatangkan dari luar negeri wajib mendapatkan approval atau persetujuan dari BTKP.

Adapun kewajiban penerapan AIS dilakukan setelah terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis atau AIS, yang bertujuan meningkatkan fungsi layanan telekomunikasi pelayaran terkait aspek keselamatan berlayar.

Dalam PM tersebut, diatur pula tentang pemasangan dan pengaktifan AIS bagi kapal berbendera Indonesia, termasuk pengawasan pengaktifan AIS yang rencananya berlaku secara efektif pada 20 Agustus 2019.


Selain itu, pengujian AIS Kelas B ini didasarkan juga pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HTI. 205/8/5/DJPL-2019 tentang Pemberlakuan SOP Pengujian AIS class B yang ditetapkan di Jakarta pada 27 Agustus 2019.

"Dengan diadakannya kegiatan ini, maka kami himbau agar seluruh alat keselamatan pelayaran (LSA dan FFA) seperti life boat, liferaft, co2 fixed system, portable fire extinguisher, dan seluruh peralatan keselamatan pelayaran lainnya yang ada di atas dapat diuji melalui type approval oleh Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran Ditjen Perhubungan Laut," pungkasnya.



Simak juga video "Kapal hingga Bus Amfibi, Calon Transportasi di Ibu Kota Baru" :

[Gambas:Video 20detik]

(akn/akn)