Kerusuhan di Paris Mereda
Rabu, 09 Nov 2005 06:06 WIB
Jakarta - Kerusuhan di Perancis memasuki hari ke-12, namun kerusuhan khususnya di kota Paris dilaporkan mereda untuk pertama kalinya. Pemerintah Perancis mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi permasalahan sosial yang mengakibatkan kerusuhan tersebut.Meskipun kerusuhan di Paris dilaporkan mereda, kerusuhan di daerah lain tetap terjadi. Sekitar 1.173 mobil dibakar dan 330 orang ditahan. Sementara itu sebanyak 12 polisi juga terluka.Pemerintah Perancis pun mengeluarkan serangkaian kebijakan darurat dalam upaya mengatasi kerusuhan yang sudah berlangsung 12 malam. Langkah yang diumumkan Menteri Dalam Negeri Nicolas Sarkozy yakni mengizinkan penguasa setempat memberlakukan jam malam dan membolehkan polisi melakukan penggeledahan tanpa surat.Kota Amiens merupakan kota pertama yang memberlakukan jam malam. Jam malam dikenakan terhadap remaja di bawah 16 tahun yang bepergian tanpa pendamping.Sementara itu Perdana Menteri Dominique de Villepin memaparkan garis besar kebijakannya kepada anggota parlemen mengenai program tambahan untuk memperbaiki kondisi sosial.Kebijakan yang diumumkan perdana menteri antara lain program lapangan kerja dan dana untuk pendidikan di daerah-daerah terbelakang. Sebuah lembaga akan dibentuk dengan tujuan memerangi diskriminasi rasial."Tanggung jawab bersama kita membuat kawasan yang sulit itu sama dengan kawasan lainnya di republik ini," kata de Villepin seperti dikutip BBC, Rabu (9/11/2005).Namun dia mengatakan, pemulihan hukum dan ketertiban terhadap kawasan pinggiran yang banyak dihuni imigran akan memakan waktu dan kerja keras."Republik ini berada dalam saat-saat menentukan, apa yang dipertanyakan adalah efektivitas model integrasi kita," ujarnya.
(ddn/)











































