Kemenag Anugerahkan Al-Qur'an Award untuk Pengembang Mushaf Al Quran

Kemenag Anugerahkan Al-Qur'an Award untuk Pengembang Mushaf Al Quran

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 15:50 WIB
Penyerahan Al-Qur'am Award bagi yang berjasa mengembangkan Mushaf Al Quran (Foto: Dokumentasi Kementerian Agama)
Jakarta - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kemenag menganugerahkan, "Al-Qur'an Award" kepada tokoh dan lembaga yang dinilai berjasa dalam mengabdi dan mengembangkan Mushaf Al-Qur'an. Pengembangan mushaf Al quran akan menambah nilai kemanfaatan bagi umat Islam.

Kepala LPMQ, Muchlis M Hanafi mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada pihak-pihak yang selama ini turut serta membantu LPMQ menjalankan tugas dan fungsinya dalam upaya menjaga, mengembangkan dan membantu masyarakat dalam pemahaman dan aktualisasi kitab suci Al-Qur'an.

"Al-Qur'an Award adalah wujud apresiasi kita kepada semua pihak yang telah berjasa mengembangkan dan mengabdi kepada Al-Qur'an," tutur Kepala LPMQ, Muchlis M Hanafi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/10/2019).

Ada empat produk hasil kajian LPMQ tahun 2019 yang dirilis oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Keempat produk itu adalah terjemahan Al-Qur'an edisi penyempurnaan, Mushaf Al Quran standar Indonesia Rasm Usmani (MSI), jabatan fungsional pentashih mushaf Al-Qur'an dan pangkalan data Mushaf Al-Qur'an Nusantara.

Khusus untuk "Al-Qur'an Award" kali pertama ini, diserahkan kepada 3 lembaga dan 4 individu. Mereka adalah:

1. Tim Pengkajian dan Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur'an Kemenag. Tim ini beranggotakan 10 pakar dalam bidang ulum Al-Qur'an, Tafsir, Bahasa Arab, Peneliti Terjemahan Al-Qur'an dalam berbagai Bahasa serta 4 orang pakar Bahasa Indonesia. Mereka berhasil menghadirkan Terjemahan Al-Qur'an edisi penyempurnaan tahun 2019.

2. Badan Pengembagan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lembaga negara ini terlibat secara aktif mendampingi tim pengkajian dan penyempurnaan terjemahan Al-Qur'an Kemenag dengan mengirimkan 4 orang pakar Bahasa Indonesia. Kontribusi mereka sangat bernilai mengingat adanya perbedaan besar dalam susunan kalimat bahasa sumber (Arab/Al-Qur'an) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia).

3. Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ). Lembaga pengkajian Al-Qur'an yang didirikan oleh Prof. Dr. Quraish Sihab, MA ini menjadi inisiator penulisan kembali master Mushaf Standar Indonesia (MSI).

4. H. Isep Misbah, adalah kaligrafer yang ditunjuk sebagai penulis tunggal master Mushaf Standar Indonesia (MSI) terbaru. Beliau menulis MSI 30 juz selama 4,5 tahun. Dimulai pada tahun 2015 dan selesai pada pertengahan tahun 2019. Hasil goresan pena Isep juga telah diformat menjadi font Arab yang dikerjakan oleh tim IT LPMQ. Font ini menjadi satu-satunya font Arab yang paling memungkinkan untuk menulis Al-Qur'an dengan penandaan khas Mushaf Standar Indonesia.

5. Mohamad Taufiq, adalah pengembang aplikasi Qur'an In Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh para mahasiswa muslim dan kalangan akademisi untuk mengutip Al-Qur'an dan terjemahannya secara mudah.

6. Muhammad Zamroni Ahbab, pegawai LPMQ di bidang pentashihan sekaligus anggota tim IT ini telah berhasil mengembangkan font Al-Qur'an dari tulis tangan menjadi font arab sesuai standard unicode yang dilengkapi dengan tanda baca sesuai dengan Mushaf Al Quran Standar Indonesia.

7. Erwin Dian Rosyidi, adalah seorang kolektor sekaligus pelestari manuskrip-manuskrip kuno Indonesia, khususnya manuskrip Al-Qur'an.

Ke depan penganugerahan, "Al-Qur'an Award", akan terus dikembangkan sebagai upaya khidmatul-Qur'an untuk mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada individu atau Lembaga yang secara langsung telah berdedikasi dalam pengembangan Mushaf Al Quran.

"Penghargaan ini juga akan kita berikan kepada para pemimpin daerah atau Lembaga yang telah menginisasi dan mendukung pengembangan Mushaf Al-Qur'an di daerahnya masing-masing, dengan harapan akan menjadi pendorong dan tauladan daerah lain dalam khidmatul Qur'an ini. Semoga Allah meridhai kita semua... amin," kata Muchlis.

(erd/lus)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads