detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 13:28 WIB

Said Aqil: Radikalisme Sudah Darurat, Tingkatkan Kewaspadaan

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Said Aqil: Radikalisme Sudah Darurat, Tingkatkan Kewaspadaan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
FOKUS BERITA: Wiranto Ditusuk!
Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjenguk Menko Polhukam Wiranto yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, seusai insiden penusukan. Dia mengatakan radikalisme di Indonesia sudah darurat.

Said Aqil awalnya menceritakan momen saat dia menjenguk Wiranto. Menurutnya, kondisi Wiranto sudah jauh membaik. Dia juga diminta memanjatkan doa oleh Wiranto untuk kesembuhannya.

Menurut Said Aqil, kasus ini harus ditangani serius. Dia meminta masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), meningkatkan kewaspadaan.


"Untuk semua teman-teman NU juga meningkatkan kewaspadaan terhadap amaliah dari kelompok tertentu yang sangat nekat dan tanpa ada kasih sayang dan kemanusiaan. Oleh karena itu, tugas menghadapi radikal teroris JAD maupun JAT ini merupakan tugas kita semua, bukan hanya NU, bukan hanya polisi, semuanya," ujarnya.

Radikalisme di Indonesia ditegaskan Said Aqil harus diwaspadai. "Sudah darurat, sudah darurat. Harus ada segera payung hukum bagaimana bisa menindak yang dicurigai. Harus bisa ditangkap sebelum berbuat. Jangan kayak maling ayam, sudah mencuri baru ditangkap," ucapnya.

Menurut Said Aqil, seluruh pihak harus ambil bagian. NU sendiri, menurutnya, selama ini terus berperan melakukan kontra-radikalisme, yakni dengan pengajaran melalui majelis taklim dan lainnya. Deradikalisasi, menurutnya, sudah ada peran Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), sedangkan penindakan ada di aparat seperti Densus 88/Antiteror Polri.


"Kami sebagai civil society tugasnya mensosialisasikan bagaimana ajaran Islam yang benar, beragama, berakhlak. Adapun gimana deradikalisasi BNPT. Kalau berbuat (penindakan) Densus," ucapnya.

Ceramah, menurut Said Aqil, juga bisa dimanfaatkan untuk melawan radikalisme.

"Yang namanya ceramah itu yang disampaikan harus suatu positif, yang bisa mendorong kita semakin meningkatkan iman, takwa, berbudaya, berkemanusiaan, tapi kalau ceramah isinya caci maki, bukan ceramah," jelasnya.



Tonton Blak-blakan Said Aqil: Dakwah ala Wali & NKRI Syariah:

[Gambas:Video 20detik]


(hri/fjp)
FOKUS BERITA: Wiranto Ditusuk!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com