detikNews
2019/10/15 12:13:50 WIB

PKB soal 'Gerindra Makmum Masbuk': Datang Belakangan, Jatah Belakangan

Tsarina Maharani - detikNews
Halaman 1 dari 2
PKB soal Gerindra Makmum Masbuk: Datang Belakangan, Jatah Belakangan Waketum PKB Jazilul Fawaid (Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengibaratkan sinyal bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'makmum masbuk' dalam salat. Waketum PKB Jazilul Fawaid menjelaskan maksud pernyataan Cak Imin.

"Istilah makmum masbuk itu jemaah yang datangnya belakangan. Kalau datang belakangan, ya mestinya masa duduknya di depan?" kata Jazilul di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

"Kedua, kalau makmum masbuk itu mengulang sesuatu yang tidak dikerjakan oleh yang dia terlambat, diulang. Ditanya komitmennya dulu," imbuh dia.



Saat ditanya soal kaitannya dengan kursi menteri, Jazilul mengatakan mereka yang datang terlambat mesti dapat jatah belakangan. Dia pun yakin Jokowi bakal mempertimbangkan kerja keras partai-partai koalisi yang ikut dalam pemenangan Pilpres 2019.

"Kalau dianalogikan dengan makmum masbuk ya seperti itu. Yang datang belakangan ya dapat jatah belakangan," tuturnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com