detikNews
2019/10/14 22:00:38 WIB

Round-Up

Tol Langit Mengudara, Jokowi Kirim Pesan Antirekayasa Fakta

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tol Langit Mengudara, Jokowi Kirim Pesan Antirekayasa Fakta Presiden Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Di awal tahun ketika atmosfer politik di negeri ini diselimuti kontestasi pemilu, sempat muncul nama 'Palapa Ring', yang mungkin bagi sebagian besar orang kurang familier. Kini nama itu telah bertransformasi menjadi 'Tol Langit' resmi mengudara.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik yang mengitari 7 pulau di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Proyek ini sempat muncul disampaikan seorang Joko Widodo (Jokowi), yang kala itu berdebat sebagai calon presiden nomor urut 01 melawan Prabowo Subianto.




Mari sedikit melihat ke belakang tentang apa sebenarnya Palapa Ring itu. Cikal bakalnya adalah Nusantara 21, yang merupakan proyek awal pemerintah pada 1998, yang kemudian mandek karena krisis ekonomi.

Pada Januari 2005, wacana pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini kembali naik ke permukaan. Awalnya proyek ini diberi nama Palapa O2 Ring, namun karena mirip dengan merek dagang salah satu produk, namanya diubah menjadi Palapa Ring.

Namun proyek Palapa Ring ini sempat mangkrak cukup lama karena masalah pendanaan, yang menyebabkan megaproyek ini membutuhkan penambahan anggota konsorsium baru. Sampai pada 2015 saat pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, memulai kembali tender proyek Palapa Ring.

Tol Langit Mengudara, Jokowi Kirim Pesan Anti-Rekayasa FaktaFoto: Istimewa


Palapa Ring sendiri terbagi menjadi tiga paket, yaitu paket barat, tengah, dan timur. Paket barat mencakup Riau dan Kepulauan Riau dengan panjang kabel sekitar 2.000 km. Sementara paket tengah menjangkau Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku utara dengan panjang kabel sekitar 2.700 km. Namun yang paling berat adalah paket timur karena panjang kabel serat optik mencapai 8.500 km, juga medan yang harus dilalui terbilang sulit yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, Papua.

Setelah melewati proses panjang, akhirnya proyek itu resmi beroperasi. Lantas apa istimewanya?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com