Sampah Numpuk di Bawah Flyover Cibinong, DLH Minta RT/RW Tanggung Jawab - Halaman 2

Sampah Numpuk di Bawah Flyover Cibinong, DLH Minta RT/RW Tanggung Jawab

Sachril Agustin - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 20:21 WIB
Tumpukan sampah di flyover Cibinong (Sachril Agustin/detikcom)
Tumpukan sampah di flyover Cibinong (Sachril Agustin/detikcom)


"Banyak sekali TPS liar, yakni tempat pembuangan sampah yang nggak ada penanggung jawab dan tidak ada retribusinya. Kita angkut tiap hari sampah di TPS liar, tetep saja dibuang kembali. Jadi masalah besar buat kita sebenarnya. Sementara kita juga ada kewajiban untuk mengangkut sampah warga yang bayar," bebernya.

Agar tidak ada yang membuang sampah sembarangan lagi, DLH Kabupaten Bogor berencana memasang CCTV pada 2020 nanti. Trian menjelaskan, CCTV akan dipasang di titik-titik yang menjadi TPS liar. Ketika ada warga yang tertangkap dari CCTV, maka orang tersebut akan dibawa ke pengadilan.

"Makanya di 2020 nanti, kita pasang CCTV untuk pelanggar. Mau denda Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu, pokoknya dia harus masuk pengadilan semua. OTT kan tidak bisa setiap saat, jadi nanti dicoba surat tilang elektronik bila ada yang terekam. Kita pasang CCTV, kita lacak nanti, dipengadilankan gitu," ungkapnya.


Trian pun mengatakan jumlah TPS yang tersedia masih sangat minim. Karena minim, DLH Kabupaten Bogor memiliki program pembangunan TPS gratis. Namun kata dia, banyak masyarakat yang menolak dibangun TPS karena takut bau. Padahal, kata Trian, TPS yang dibangun DLH itu tertutup.

"Sebenarnya TPS yang kita bangun itu modelnya tertutup. Jadi orang enggak bisa buang macam-macam. Jadi ada lubang sebagai tempat pembuangannya lah. Ini untuk menghindari agar tidak bau juga," terang dia.
Halaman

(jbr/jbr)