Diselimuti Kabut Asap, Udara Palembang Berstatus 'Tidak Sehat'

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 17:03 WIB
Ilustrasi Dokumentasi Kabut Asap di Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Kabut asap sisa kebakaran lahan menyelimuti Kota Palembang dan sekitarnya. Ternyata kualitas udara pun sudah tidak sehat.

"Laporan ISPU (Indeks Standard Pencemar Udara) dari DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan), hari ini status udara kategori Tidak Sehat dengan nilai 192," kata Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, saat dimintai konfirmasi, Senin (14/10/2019).

Kualitas udara tersebut, menurut Ansori, tercatat mulai pukul 15.00 WIB (13/10) hingga pukul 15.00 WIB hari ini. Status Tidak Sehat mengharuskan masyarakat menggunakan masker dan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Tidak hanya itu, untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, Tim Satgas Udara menerjunkan lima unit heli water bombing serta dua unit pesawat khusus patroli udara. "Heli water bombing ada lima unit, ada juga dua pesawat patroli udara. Semua heli terbang ke wilayah Ogan Komering Ilir dan Kertapati, Palembang," katanya.

Sementara untuk luasan lahan terbakar sampai hari ini tercatat telah mencapai 144.291 hektare lahan terbakar. Bahkan dari angka itu mayoritasnya berada di Ogan Komering Ilir, yakni seluas 61.652 hektare.

"Sudah 144 ribu hektare lebih lahan di Sumsel yang terbakar. Catatan BPBD paling banyak ada di Ogan Komering Ilir," kata Ansori.

Berikut ini data heli water bombing yang melakukan pemadaman, patroli serta tengah dalam perawatan:


1. RA 22747 (Riding, OKI)
2. RA 22583 (Riding, OkI)
3. RDPL 34250 (Air Sugihan, OKI)
4. RDPL 34230 (Air Sugihan, OKI)
5. Kamov UR UR CIO (Kertapati)

Maintenance:
1. RDPL 34140
2. UP 815
3. VN 8426
4. RA 22583

Patroli udara:
1. Heli PK DAM
2. Pesawat Cessna Caravan PK SNN


Simak video "Terparah! Kabut Asap Selimuti Palembang Pagi Ini" :

[Gambas:Video 20detik]

(ras/dhn)