Keluarga dan Tetangga Larang Wartawan Liput Kematian Sarah
Selasa, 08 Nov 2005 17:14 WIB
Jakarta - Kekecewaan keluarga almarhumah Siti Sarah (16) ternyata tidak hanya ditujukan kepada pihak RS Agung. Mereka juga menumpahkan kekesalan kepada wartawan dan melarang mereka meliput kematian Sarah yang menderita gejala mirip flu burung.Tidak hanya pihak keluarga yang keberatan, warga sekitar kediaman Sarah di Jalan Nanas I RT 014/RW 010 Nomor 16A, Utan Kayu, Jakarta Timur juga menunjukkan rasa tidak suka. Bahkan sejumlah remaja berusaha menghalang-halangi dan melarang wartawan mendekati rumah siswi SMP itu.Penolakan keluarga dan warga semata-mata karena mereka merasa Sarah meninggal bukan akibat flu burung. Mereka yakin Sarah yang menghembuskan nafas terakhir pada pukul 10.00 WIB, Selasa (8/11/2005) di RS Agung, Manggarai, Jaksel, meninggal karena serangan deman berdarah dengue (DBD).Sebab sebelum Sarah menderita panas tinggi dan sesak nafas pada Minggu (7/11/2005) lalu, dua tetangga gadis belia itu ada yang terserang DBD dan berhasil diselamatkan.Selain itu, hingga kini pihak RS Agung juga belum mendapatkan kepastian apakah Sarah memang positif terkena virus flu burung atau tidak. Pihak keluarga dan kerabat dekat Sarah menolak berkomentar dengan alasan masih dalam suasana duka.Jenazah Sarah sendiri sekitar pukul 15.00 WIB langsung dibawa ke TPU Kemiri yang berjarak sekitar 1 km dari kediamannya. Tampak beberapa tetangga dan kerabat mengantar iring-iringan jenazah.Dari pantauan detikcom, meski lingkungan tempat tinggal Sarah cukup padat, dari segi kebersihan relatif terjaga. Bahkan tidak terlihat di rumah duka maupun di rumah tetangganya yang memelihara unggas.
(umi/)











































