Investigasi KontraS: Yusuf Mahasiswa Kendari Juga Diduga Tewas Tertembak

Matius Alfons - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 16:49 WIB
Demo ricuh di DPRD Sultra beberapa waktu lalu. (Sitti Harlina/detikcom)
Demo ricuh di DPRD Sultra beberapa waktu lalu. (Sitti Harlina/detikcom)


"Kenapa dia bisa terjatuh itu meragukan bahwa luka pertama itu akibat pemukulan. Jadi ada dugaan bahwa dia jatuh tersungkur itu ada dugaan penembakan terhadap Yusuf Kardawi," papar Arif.

Kemudian Arif memastikan temuan ini juga didukung oleh keterangan teman-teman Yusuf kalau ada luka lubang dan berdarah di kepala Yusuf. Selain itu, beberapa saksi mengaku melihat polisi mengambil proyektil di lokasi jatuhnya Yusuf.

"Beberapa saksi juga melihat bahwa beberapa kepolisian membawa senpi yang hasil dari temuan kita beberapa menemukan proyektil di tempat almarhum Yusuf," ujar Arif.


Diketahui, pada Kamis (26/9), terjadi demo ricuh di gedung DPRD Sultra, Kendari. Sebelumnya diberitakan, Randi tewas tertembak dalam demo berujung bentrok dengan polisi di depan gedung DPRD Sultra, Kendari, Kamis (26/9). Gabungan tim dokter forensik yang melakukan autopsi memastikan Randi tewas karena terkena tembakan senjata api.

Biro Provost Divisi Propam Mabes Polri menginvestigasi kasus ini dan menemukan enam anggota polisi yang membawa senjata api. Berkas perkara dugaan pelanggaran enam polisi ini dinyatakan lengkap. Keenam polisi menjalani sidang Propam pada pekan depan.

"Direncanakan (sidang) minggu besok," ujar Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi, Sabtu (12/10).

Keenam polisi diperiksa Propam karena membawa senjata api (senpi) saat pengamanan demonstrasi mahasiswa di DPRD Sultra yang berujung kericuhan. Ada tiga jenis senpi yang dibawa saat pengamanan demo.
Halaman

(maa/jbr)