FPDIP DPR Sesalkan Arogansi Aparat Tangani Pendemo
Selasa, 08 Nov 2005 16:03 WIB
Jakarta - Fraksi PDIP DPR RI menyesalkan tindakan polisi yang menangkapi para demonstran yang menolak kenaikan harga BBM. Tindakan itu dinilai arogan."Harusnya tugas Polri hanya mengarahkan, jangan sampai melewati batas wilayah demo karena Istana Negara adalah lambang negara," kata ketua FPDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom di Jakarta, Selasa (8/11/2005).Menurutnya, adalah hal wajar jika gelombamg aksi demo mengarah ke Istana Negara. Sebab Istana adalah pusat kekuasaan pemerintahan. "Jadi Polri harusnya tidak perlu menggunakan kekerasan dan main tangkap segala," katanya.Polres Jakarta Pusat seharusnya bertugas untuk menertibkan dan mengayomi para pendemo. Sayangnya, petugas di lapangan justru bertindak seperti musuh rakyat dengan melakukan kekerasan dan tindakan arogan.Ia lalu mendesak agar Kapolri Jenderal Pol Sutanto memberi sanksi kepada Kapolres Jakpus Kombes Pol Sukrawardi Dahlan. "Bagaimana pun juga pimpinan Polri yang arogan perlu tindakan tegas, karena sikap Kapolres Jakpus akan merusak imej Polri di masyarakat yang sudah membaik," kata Tjahjo.Protes FPDIP, lanjut dia, juga akan disampaikan dalam rapat kerja dengan Kapolri pada masa sidang mendatang. "Sebab kami adalah fraksi yang paling gigih memperjuangkan kenaikan uang operasional dan lauk pauk TNI/Polri," ucapnya pongah.Sekadar diketahui, aksi demo yang digelar di depan Istana Negara berakhir dengan penangkapan. Pendemo yang diimbau meninggalkan lokasi karena tidak dapat izin melaksanakan aksinya diangkut paksa ke mobil tahanan Polres Jakpus.
(umi/)











































