Sumsel Diselimuti Kabut Asap, Walhi: Penegak Hukum Tak Serius

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 14:37 WIB
Foto: Kabut asap di Palembang. (Raja Adil/detikcom)
Palembang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menyebabkan kabut asap tebal di Kota Palembang. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel menilai penanganan karhutla tidak maksimal.

"Kebakaran besar seperti ini pertama itu terkait tata kelola dan berasal dari lahan gambut. Ada 900 ribu hektare lahan dan 600 ribu itu dikelola nggak dengan baik," ucap Direktur Walhi Sumsel, Hairul Sobri ketika dimintai konfirmasi, Senin (14/10/2019).


Akibat tidak dikelola dengan baik, katanya, lahan gambut di kawasan konsesi perusahaan dan milik masyarakat kembali terbakar. Pemerintah pusat dan daerah dianggap tidak mampu mengatasi kebakaran lahan.

"Kenapa sampai sekarang masih terus terjadi? Itu karena pemerintah tak bisa mengatasi, baik pusat maupun daerah. Pemerintah seharusnya buka data, jadi untuk data kebakaran buka saja, untuk apa ditutup-tutupi," katanya.

"Jangan cuma ada segel-segel saja tapi nggak ada tindakan akhirnya. Lihat apa yang udah ditegakkan selama ini, hilang asap, hilang juga itu penegakan hukum," kata Sobri.

Sobri pun menilai penegakan hukum di lahan konsesi selama ini hanya bentuk gaya-gayaan. Tidak ada kasus yang dituntaskan setelah kabut asap di Sumatera Selatan selesai.

"Penegak hukum kita tidak serius, hanya gaya-gayaan saja. Penegakan hukumnya ini tajam ke rakyat kecil, tapi ke korporasi tidak berani. Maka yang ditangkap juga jangan yang petani kecil," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2