detikNews
Senin 14 Oktober 2019, 10:26 WIB

Komnas Perempuan Harap Istri TNI Nyinyir Tak Disanksi Berlebihan: Harus Adil

Danu Damarjati - detikNews
Komnas Perempuan Harap Istri TNI Nyinyir Tak Disanksi Berlebihan: Harus Adil Irma Zulkifli Nasution Hendari, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi. (Antara Foto/Jojon)
Jakarta - Para istri prajurit TNI nyinyir di media sosial. Akibatnya, sang suami kena getahnya, yakni ditahan dan dicopot dari jabatannya. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) berharap sanksi untuk istri tentara bersifat mendidik.

"Pada prinsipnya suatu sanksi harus edukatif, membuat jera tetapi tetap harus adil," kata komisioner Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (14/10/2019).


Yunianti menjelaskan, hak politik perempuan harus tetap dijamin dan tidak berhenti gara-gara status perkawinan, dalam hal ini kawin dengan anggota TNI.

"Namun kebebasan politik bukan berarti freedom to harm, kebebasan yang destruktif. Suami-istri harus secara timbal balik saling mengendalikan pasangannya apabila tindakan yang dilakukan berdampak buruk pada hak asasi," tuturnya.


Ujaran yang sensitif, apalagi berbau kekerasan, tidak bisa dibenarkan. Komnas Perempuan mengutuk penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto, hal yang dikaitkan dalam kasus status nyinyir para istri TNI itu.

"Komnas Perempuan berharap TNI memproses istri-istri TNI yang berhadapan dengan hukum, dengan proporsional, tidak berlebihan, memegang prinsip fair trial dan hak asasinya, khususnya sebagai perempuan," tuturnya.

Konsekuensi gara-gara nyinyiran istri di medsos diterima oleh Serda J, ditahan kesatuannya selama 14 hari di Markas Denkavkud, Bandung, terhitung sejak Sabtu (12/10). Sanksi tersebut tergolong ringan dalam hukum militer.

Anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS, juga harus berhadapan dengan hukum militer akibat ulah istrinya. Ia dihukum lantaran istrinya, yang berinisial FS, berkomentar dengan nuansa fitnah di media sosial tentang penusukan Wiranto.


Kolonel Hendi Suhendi harus dicopot dari jabatan Komandan Kodim Kendari karena istirnya, Irma Nasution, nyinyir. Meski begitu, pengacara menyatakan status Irma di media sosial tak menyebut nama Wiranto.

Salah satu anggota Kodim 0707/Wonosobo, Kopda BD terpaksa menerima sanksi penahanan selama 14 hari. Hal ini setelah viralnya posting-an istrinya, WW di media sosial soal penyebaran ujaran kebencian.


Simak Video "Dandim Kendari Dicopot Gegara Istri Nyinyir ke Wiranto"

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/fjp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com