Round-Up

Fakta-fakta Penusukan di Wamena

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 08:27 WIB
Foto: Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Rolando/detikcom)
Foto: Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Rolando/detikcom)
Jayapura - Deri Datu Padang (30), seorang pekerja bangunan di Wamena, Papua, tewas ditikam. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau akan mengevaluasi mengapa lokasi penikaman yang menewaskan warga Toraja, Sulsel, di Wamena, Jayawijaya, Papua, tak ada aparat yang berjaga.

Dirangkum detikcom, Minggu (13/10/2019), itu terjadi pada Sabtu (12/10). Deri ditikam oleh orang tak dikenal berjumlah dua orang dengan ciri-ciri satu orang dewasa pakai baju merah dan satu anak remaja. Berikut fakta-faktanya:

Pelaku Diduga 2 Orang

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, kasus penikaman terhadap almarhum Deri Datu Padang terjadi saat korban melintas di dekat Jembatan Woma, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (12/10).

Awalnya, korban bersama lima rekan lainnya berboncengan menggunakan empat unit sepeda motor saat kembali dari lokasi kerja mereka di depan Gereja Katolik Paroki Woma menuju Kota Wamena.



Ketika sampai di depan Jembatan Woma, korban yang tepat berada pada iring-iringan paling depan, tiba-tiba ditikam oleh orang tak dikenal yang berjumlah dua orang. Pelaku berciri-ciri pria dewasa memakai baju merah dan satunya masih remaja. Keduanya melarikan diri ke arah kuburan lama.

Kapolda Duga Pelaku Anak-anak yang Tak Jelas

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau menduga pelaku adalah anak-anak muda yang tidak punya pekerjaan jelas. Bahkan, para pelaku dianggap Kapolda kerap melawan ketertiban.

"Itu anak-anak yang free man yang hidupnya mau enak saja, tidak mau bekerja, hanya mau mengganggu yang lain. Mau dapat hasil yang banyak dengan cara-cara yang tidak benar," kata Irjen Paulus di Timika, Papua, seperti dilansir Antara, Minggu (13/10/2019).


Penusukan Terkait Kerusuhan 23 September

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau, mengatakan penusukan ini ada kaitannya dengan kerusuhan pada 23 September silam. Namun, untuk memastikan keterkaitan ini, dia harus menangkap pelaku terlebih dahulu.

Kapolda juga meminta kepada warga yang tidak punya kepentingan untuk tidak membawa senjata tajam saat keluar rumah.

"Kita akan lakukan untuk memastikan persoalan ini (yang berkaitan dengan kejadian pada 23 September) sudah selesai. Saya harap warga tidak membawa senjata tajam. Stop, daripada saudara kecewa," ucapnya.

Tak Ada Penjagaan di Lokasi Penusukan

Irjen Paulus Waterpau akan mengevaluasi mengapa lokasi penikaman yang menewaskan warga Toraja, Sulsel, di Wamena, Jayawijaya, Papua, tak ada aparat yang berjaga. Padahal wilayah Wamena sudah jadi prioritas pengamanan.

"Kejadian itu pasti ada hubungan, dan tentu untuk membuktikan pelaku harus kita tangkap. Mengapa aparat ada di Jayawijaya dan di lokasi itu ada kekosongan. Itu koreksi kami," jelas Paulus.

Lokasi Penikaman Dikenal Rawan Kriminal

Irjen Paulus mengatakan wilayah Woma dan sekitarnya memang cukup rawan. Lokasi itu sebelumnya padat dengan ruko-ruko dan pusat usaha ekonomi lainnya. Namun kini tinggal menyisakan puing lantaran dibakar habis oleh massa saat kerusuhan melanda Wamena, Senin (23/9). Dia menegaskan kasus penikaman itu akan diusut.

"Itu menjadi tugas kami untuk ungkap pelakunya. Hari ini juga saya akan berangkat menuju Wamena. Bapak Pangdam XVII Cenderawasih (Mayjen TNI Herman Asaribab) sudah lebih dahulu tiba di Wamena pagi ini. Saya juga mengutus Direskrim Umum Polda Papua dengan penyidiknya untuk membantu pengusutan kasus itu," kata Irjen Paulus. (rvk/dnu)