Round-Up

Fakta-fakta Penusukan di Wamena

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 08:27 WIB
Foto: Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Rolando/detikcom)
Foto: Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Rolando/detikcom)


Penusukan Terkait Kerusuhan 23 September

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau, mengatakan penusukan ini ada kaitannya dengan kerusuhan pada 23 September silam. Namun, untuk memastikan keterkaitan ini, dia harus menangkap pelaku terlebih dahulu.

Kapolda juga meminta kepada warga yang tidak punya kepentingan untuk tidak membawa senjata tajam saat keluar rumah.

"Kita akan lakukan untuk memastikan persoalan ini (yang berkaitan dengan kejadian pada 23 September) sudah selesai. Saya harap warga tidak membawa senjata tajam. Stop, daripada saudara kecewa," ucapnya.

Tak Ada Penjagaan di Lokasi Penusukan

Irjen Paulus Waterpau akan mengevaluasi mengapa lokasi penikaman yang menewaskan warga Toraja, Sulsel, di Wamena, Jayawijaya, Papua, tak ada aparat yang berjaga. Padahal wilayah Wamena sudah jadi prioritas pengamanan.

"Kejadian itu pasti ada hubungan, dan tentu untuk membuktikan pelaku harus kita tangkap. Mengapa aparat ada di Jayawijaya dan di lokasi itu ada kekosongan. Itu koreksi kami," jelas Paulus.

Lokasi Penikaman Dikenal Rawan Kriminal

Irjen Paulus mengatakan wilayah Woma dan sekitarnya memang cukup rawan. Lokasi itu sebelumnya padat dengan ruko-ruko dan pusat usaha ekonomi lainnya. Namun kini tinggal menyisakan puing lantaran dibakar habis oleh massa saat kerusuhan melanda Wamena, Senin (23/9). Dia menegaskan kasus penikaman itu akan diusut.

"Itu menjadi tugas kami untuk ungkap pelakunya. Hari ini juga saya akan berangkat menuju Wamena. Bapak Pangdam XVII Cenderawasih (Mayjen TNI Herman Asaribab) sudah lebih dahulu tiba di Wamena pagi ini. Saya juga mengutus Direskrim Umum Polda Papua dengan penyidiknya untuk membantu pengusutan kasus itu," kata Irjen Paulus.
Halaman

(rvk/dnu)