detikNews
2019/10/14 05:53:57 WIB

Kisah Sahabat Nabi: Adzan Terakhir Bilal yang Menggetarkan Madinah

Abdul Jalil - detikNews
Halaman 3 dari 3
Kisah Sahabat Nabi: Adzan Terakhir Bilal yang Menggetarkan Madinah Adzan yang menggetarkan Madinah (Ilustrasi: Denny Putra/detikcom)


Bersamaan dengan itu, Umar bin Khattab juga sedang melihat pemandangan mengharukan tersebut. Sayyidina Umar juga memohon Bilal agar mau mengumandangkan adzan sekali lagi.

Bilal yang sebenarnya ingin mengenang masa-masa silam yang sangat indah itu, ditanya oleh Sang Khalifah Umar "Bukankah para sahabat yang lain juga merasakan hal yang sama?"



Bilal pun sadar bahwa inilah waktunya menumpahkan rasa kerinduan itu. Dia merenung sejenak. Sementara Umar bin Khattab sedang menunggu jawaban darinya.

"Baiklah, aku akan melakukannya lagi," jawab Bilal yang disambut haru Umar, Husein dan Hasan.

Tatkala waktu sholat tiba, Bilal naik ke tempat dahulu ia terbiasa mengumandangkan adzan pada masa Rasulullah masih hidup. Ia mengambil nafas dalam-dalam, kemudian suara merdunya yang sangat khas itu terdengar kembali. Dihempas oleh angin padang pasir ke seluruh penduduk Madinah.

Ketika lafadz "Allahu Akbar..." dikumandangkan oleh Bilal, mendadak seluruh Madinah senyap. Segala kegiatan terhenti. Semua orang terkejut. Suara yang telah bertahun-tahun hilang, dan begitu dirindukan itu, telah kembali. Suara yang mengingatkan pada sosok Rasulullah nan agung.

Suara lantang sang "Muadzin Rasul" menggema ke semua penjuru kota. Seketika orang-orang yang mendengar lantunan adzan itu terdiam. Mereka terhenyak, serasa kembali ke masa Rasulullah. Dan bertanya "Apakah Rasulullah kembali?"

Kisah sahabat nabi, saat Bilal mengumandangkan lafadz "Asyhadu anlaa ilaha illallah," seluruh warga Madinah berlarian ke arah sumber suara itu, sambil berteriak histeris. Sewaktu Bilal sampai pada lafadz "Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah..." Suaranya yang menggema menjadi terdengar parau. Dadanya bergetar, dan hatinya bergemuruh penuh kerinduan. Bilal terisak menyebutkan nama orang yang paling dirindukannya.

Air matanya mengalir begitu saja, sambil terlintas sebuah kenangan dalam ingatan Bilal, yang teringat sosok Rasulullah SAW. Semua ingatan itu, membuat Bilal tak sanggup melanjutkan adzan pada lantunan lafadz tersebut.

Di atas menara Nabawi, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Suasana itu kemudian membuat seantero Madinah pecah oleh tangisan, dan ratapan yang sangat memilukan para sahabat Nabi yang paling mulia.

Kisah sahabat nabi, sang Khalifah Umar bin Khattab, menangis paling keras di antara yang lain. Mereka semua menangis, teringat masa-masa indah ketika Rasulullah masih ada di bersama mereka.


(erd/erd)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com