detikNews
2019/10/13 18:50:22 WIB

'Borak' Desak Jokowi Bebastugaskan Wiranto, Ngabalin: Apa Urgensinya?

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Borak Desak Jokowi Bebastugaskan Wiranto, Ngabalin: Apa Urgensinya? Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin (kanan) menemani Presiden Jokowi menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD. (Rusman/Biro Pers Setpres)


Desakan tersebut sebelumnya disampaikan Borak dengan dalih menjaga kondisi keselamatan dan kesehatan Wiranto yang mengalami penusukan oleh teroris di Pandeglang, Banten. Apalagi, menurut Borak, Wiranto sempat menjadi target pembunuhan.

"Saya menyarankan atau mendesak kepada Bapak Presiden Jokowi untuk supaya bisa mengistirahatkan Bapak Wiranto dengan pertimbangan kondisi kemudian keamanan," ujar perwakilan Borak yang juga mahasiswa Universitas Pasundan, Azhar Abdillah (23), di kantor YLBHI, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/10).


Berikut ini pernyataan sikap Borak:

1. Menimbang pada bulan Mei lalu, terdapat upaya ancaman pembunuhan terhadap jenderal TNI (Purn) Wiranto dan disusul peristiwa upaya penusukan pada bulan Oktober ini. Mengingat, Borak tidak membenarkan peristiwa tersebut, serta demi menjaga kondisi keselamatan dan kesehatan Jenderal TNI (Purn) Wiranto; maka Borak mendesak pemerintah Jokowi-JK untuk mengistirahatkan dan membebastugaskan Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto S.H, S.I.P, M.M di akhir jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

2. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk membuka data para demonstrasi korban kekerasan, penangkapan, hilang dan memberikan ruang advokasi terhadap korban

3. Mengecam tindakan Rektorat Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) atas pembredelan LPM Teropong.
(dkp/imk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com