detikNews
2019/10/13 14:14:05 WIB

Mafia Sabu Ramli yang Dihukum Mati Libatkan 2 Anak Kandung, Menantu dan Istri

Agus Setyadi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mafia Sabu Ramli yang Dihukum Mati Libatkan 2 Anak Kandung, Menantu dan Istri Nani, Mafia Narkoba (Dok. detikcom)
Lhoksukon - Ramli akhirnya dihukum mati. Padahal ia tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup di balik jeruji besi. Tapi ia masih nekat mengontrol jaringan narkoba Malaysia-Aceh. Bahkan keluarganya dia libatkan.

Kasus Sabu 14 Kg Malaysia-Aceh


Kasus bermula saat Ramli dan istrinya, Nani, ke Malaysia pada awal Februari 2015 dengan tujuan mengambil 14 kg sabu. Setelah barang didapat, Ramli dan Nani pulang terlebih dahulu ke Aceh.

Sebanyak 14 kg sabu itu lalu dipindahtangankan ke Muzakir (anak kandung Ramli) dan Herman untuk diselundupkan lewat jalur laut. Dengan kapal nelayan, Muzakir dan Herman lalu membawa sabu itu dan mendarat di sungai kecil di pesisir Aceh pada 14 Februari 2015. Sudah menjemput Ramli dan Nani dan mereka berempat segera naik kendaraan menuju Medan.

Di tengah jalan, mereka diberhentikan oleh aparat kepolisian. Tapi mereka berusaha melawan dan sempat terjadi kejar-kejaran hingga mereka menyerah setelah mobil mereka menabrak kendaraan.


Setelah itu, mereka lalu dibawa ke markas polisi dan diproses secara hukum. Di persidangan, jaksa tidak memberi ampun dengan menuntut mereka semua dengan hukuman mati.

Pada 10 September 2015, PN Lhoksukon menjatuhkan pidana seumur hidup kepada Ramli, Muzakir, dan Herman. Adapun Nani dihukum 19 tahun penjara.

Setelah menjalani persidangan, Ramli sempat mendekam di Cabang Rutan Lhoksukon. Namun, karena kondisi penjara overkapasitas, Ramli dipindahkan ke LP Tanjung Gusta pada 26 April 2016.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com