ADVERTISEMENT

Sunan Kuning Mau Tutup

Sunan Kuning: Usia 16 Tahun Memimpin Koalisi Jawa-Tionghoa Melawan Raja

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 13 Okt 2019 11:26 WIB
Foto ilustrasi: Patung monumen Laskar Tionghoa di TMII (Rachman Haryanto)


Anak usia 16 tahun itu diberi gelar Sunan Amangkurat V Senopati Ing Alaga Abdurrahman Sayidin Panatagama (Panglima Perang, Hamba dari Maha Pengasih Selaku Pemimpin Agama). Dituliskan Daradjadi, dalam upacara itu hadir para ulama di samping kanan Amangkurat V dan panglima berbusana Tionghoa di samping kirinya.

"Seorang raja yang ingkar janji (Pakubuwana II) tidak bertuah lagi, gebuklah dia pasti akan kabur," ujar Garendi, yang kini menjadi Amangkurat V.

Garendi kemudian dijuluki sebagai Sunan Kuning oleh para pengikutnya. Selain karena banyak pengikutnya yang berkulit kuning (Tionghoa), hal itu karena orang Tionghoa menyebutnya sebagai 'cun ling' atau 'bangsawan tertinggi'.


Sejak saat itu, pertempuran demi pertempuran dilakoni oleh koalisi Jawa-Tionghoa. Mei 1742, komposisi pasukan Jawa-Tionghoa terdiri atas seribu prajurit Jawa dan seribu prajurit Tionghoa. Perkembangan selanjutnya, komposisi pasukan Jawa menjadi lebih banyak ketimbang Tionghoa.

Pada Juni 1742, Sunan Kuning dan pasukannya menuju Kartasura. Laskar Tionghoa dipimpin panglimanya bernama Entik, Macan, dan Pibulung. Laskar Jawa di bawah komando Kertawirya, Wirajaya, dan Martapuro.

"Sunan yang masih remaja tersebut dikawal oleh Patih Mangunoneng, Kapitan Sepanjang, dan Singseh. Mereka bertempur di Salatiga hingga Boyolali," tulis Daradjadi.

Sunan Kuning: Usia 16 Tahun Memimpin Koalisi Jawa-Tionghoa Melawan RajaFoto ilustrasi: Patung laskar Tionghoa di TMII (Rachman Haryanto/detikcom)



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT