ADVERTISEMENT

Sunan Kuning Mau Tutup

Sunan Kuning: Usia 16 Tahun Memimpin Koalisi Jawa-Tionghoa Melawan Raja

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 13 Okt 2019 11:26 WIB
Foto ilustrasi: Patung monumen Laskar Tionghoa di TMII (Rachman Haryanto)


Sunan Kuning beraksi

Di Grobogan, Raden Mas Garendi menghimpun kekuatan. Tiga brigade Jawa dan tiga brigade Tionghoa dikumpulkan. Mereka membuat rencana yang amat sangat besar: menyerang Keraton Kartasura tempat Pakubuwana II bertakhta.

Berikut ini pihak-pihak yang mendukung Garendi, remaja di bawah 17 tahun yang ingin merobohkan kekuasaan Raja pro-penjajah:

-Patih Notokusumo, bawahan Pakubuwana II yang memilih mendukung Garendi dan pasukan Tionghoa
-Bupati Grobogan Martapuro
-Bupati Pati Mangunoneng
-Singseh, pemimpin laskar Tionghoa dari Tanjung Welahan (dekat Demak)
-Kapitan Sepanjang, pemimpin pemberontakan Tionghoa dari Batavia


Rapat pindah ke Pati, Jawa bagian tengah, 6 April 1742, mereka membahas soal siapa yang harus menggantikan Pakubuwana II. Singseh mengusulkan agar Bupati Grobogan Martapuro saja yang diangkat menjadi Raja Mataram, Kapitan Sepanjang setuju dengan usul Singseh. Namun Bupati Pati Mangunoneng tidak setuju karena Martapuro tidak memiliki wahyu, bobot (kepantasan), dan bibit (asal-usul) untuk menjadi Raja Mataram.

He Tik mengusulkan agar Garendi yang menjadi raja pengganti Pakubuwana II. Soalnya, Garendi adalah cucu Raja Mataram Amangkurat III. He Tik sendiri adalah orang tua angkat Garendi. Kapitan Sepanjang sempat khawatir Garendi bakal berkhianat karena kerabat Keraton biasanya berkhianat, seperti Pakubuwana II yang semula melawan VOC menjadi sahabat VOC. Namun akhirnya semua bersepakat Garendi-lah yang menjadi Raja Mataram.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT