detikNews
2019/10/12 19:38:10 WIB

Benteng Vredeburgh-Rahmat Gallery Medan Terima Anugerah Museum 2019

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Halaman 1 dari 1
Benteng Vredeburgh-Rahmat Gallery Medan Terima Anugerah Museum 2019 Mendikbud menyerahkan penghargaan kepada museum, cagar budaya, hingga juru pelestari (Azizah/detikcom)
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan kepada museum serta para juru pelestari dan pemelihara museum. Penghargaan itu diberikan dalam acara puncak peringatan Hari Museum Indonesia 2019.

Pemberian penghargaan dilaksanakan di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (12/10/2019). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.


Anugerah museum diberikan kepada pengelola museum-museum yang memenangkan sejumlah kategori. Selain itu, Kemendikbud juga memberikan penghargaan Anugerah Cagar Budaya kepada juru pelaku pelestari dan pemelihara cagar budaya di Indonesia.

Berikut ini penerima Anugerah Museum Tahun 2019:

- Museum dengan pengelolaan terbaik: Museum Benteng Vredeburgh, Daerah Istimewa Yogyakarta
- Program publik terbaik: Museum Tubuh The Bagong Adventure, Malang
- Pemanfaatan program museum bagi edukasi terbaik: Museum Satwa Jatim Park 2, Malang
- Pemanfaatan nilai ekonomi bagi masyarakat terbaik: Museum Manusia Purba Sangiran, Sragen
- Juara Umum: 'Rahmat' International Wildlife Museum and Gallery, Medan.



Berikut ini penerima Anugerah Cagar Budaya 2019:

Juru Pelaku Pelestari Cagar Budaya
1. Supriyo - Rumah Sejarah dan Budaya Lamongan
2. I Wayan Dalem Ari Kalky - Komunitas Kader Pelaku Pelestari Budaya, Bali

Juru Pelihara
1. I Nengah Anton - Situs Putra Puseh Manikliyu, Gianyar, Bali
2. Mahmud A Rahman - Situs Benteng Pedro Y Paolo, Ternate, Maluku Utara
3. Daviq Darmawan - Situs Goa Jepang, DIY


Mendikbud sempat berbincang dengan penari yang pakai pakaian khas suku AsmatMendikbud sempat berbincang dengan penari yang pakai pakaian khas suku Asmat (Nur Azizah/detikcom)

Usai menyerahkan penghargaan, Muhadjir juga meninjau sejumlah koleksi yang dipamerkan dalam Hari Museum Indonesia di Taman Fatahillah. Setelah itu, Muhadjir disambut seseorang yang mengenakan baju khas Asmat, Papua, di pintu keluar.

Muhadjir tampak menari sejenak bersama pria tersebut. Saat bercakap, pria itu mengaku ayahnya asli dari suku Asmat, sementara sang ibu asli dari Betawi.

"Ayah dari Asmat, Ibu dari Betawi. Berarti Indonesia, ya," kata Muhadjir sambil menepuk punggung pria tersebut.
(azr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com