Polisi Deteksi Rencana Aksi Terduga Teroris Bali dari Hate Speech

Polisi Deteksi Rencana Aksi Terduga Teroris Bali dari Hate Speech

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sabtu, 12 Okt 2019 17:00 WIB
Polisi Deteksi Rencana Aksi Terduga Teroris Bali dari Hate Speech
Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Polisi menangkap bapak-anak yang diduga sebagai teroris di Bali. Polisi menyebut rencana aksi teror di Bali itu awalnya terdeteksi dari konten hate speech di media sosial.

"Pemantauan dan kita juga melakukan analisa, kita juga menemukan bahwa ada beberapa yang berhubungan dengan sebenarnya yang disebut dengan kasus-kasus hate speech, penyebaran kebencian, ujaran kebencian, kemudian juga pengancaman dan sebagainya lewat media sosial. Pada waktu kejadian yang terjadi yang kita tahu bersama itu dilakukan oleh kelompok yang berada di jaringan Banten itu," kata Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose saat ditemui di Denpasar, Bali, Sabtu (12/10/2019).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Golose menyebut kasus-kasus ujaran kebencian itu ditemukan di luar Bali. Dari temuan itu, pihaknya lalu meningkatkan pemantauan di wilayahnya.

"Saya juga berdiskusi kita dari pemantauan kita yang ada semuanya kita sudah memantau ya, karena berkaitan dengan yang tadi saya bilang adalah kasus cyber crime, kasus-kasus hate speech dan pengancaman yang berhubungan dengan yang berada di luar Bali. Tetapi kita selalu responsif, bukan hanya defensif, sehingga pada waktu itu saya berkoordinasi dengan Mabes Polri, tentunya bekas-bekas anak buah saya dan tentunya masih tergabung dalam satuan tugas antiteror yang juga ada satuan tugas Densus 88, juga dari grup Intelijen Nasional kantor tersebut atau BNPT, sehingga sebenarnya target kita sudah pantau sehingga karena mereka akan meninggalkan Pulau Bali," terangnya.

Dari hasil tersebut, pihaknya lalu menangkap terduga teroris bapak-anak, AT dan ZAI, di kawasan Jembrana, Kamis (10/10) pukul 02.35 Wita. Penangkapan itu untuk mengantisipasi tindakan teror yang dilakukan kelompok tersebut.

"Kenapa harus kita lakukan, karena jaringannya sudah mulai melakukan hal yang tentunya kepada pejabat-pejabat yang tidak bisa kita tolerir, tidak bisa kita tolerir. Sekarang kita melakukan tindakan itu tentunya yang disebut dengan preemptive strike, kita melakukan kegiatan preventif, preemtif untuk mencegah kelompok-kelompok ini untuk melakukan tindakan," terangnya.

Kedua terduga teroris bapak-anak ini diduga berbaiat ke pimpinan ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi. Terduga teroris AT juga diketahui satu grup WhatsApp 'Menanti Al Mahdi' dengan Abu Rara.



Keduanya juga sudah menyiapkan panah, airsoft gun, dan sangkur untuk melakukan amaliyah di Pulau Dewata.

"AT dan ZAI, kedua terduga teroris ini, merupakan bapak dan anak, juga sudah merencanakan, apabila sewaktu-waktu ditangkap, merencanakan perlawanan dan membuang HP dan laptop ke dalam air. Dari tangan terduga polisi telah mengamankan barang bukti berupa panah, airsoft gun, sangkur, handphone, dan laptop," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja hari ini.
Halaman 2 dari 2
(ams/haf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads