detikNews
Sabtu 12 Oktober 2019, 16:09 WIB

Kemendes Sebut dari 74.957 Desa di Indonesia Mayoritas Rawan Bencana

Akfa Nasrulhak - detikNews
Kemendes Sebut dari 74.957 Desa di Indonesia Mayoritas Rawan Bencana Foto: Kemendes PDTT
Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) turut berkontribusi terhadap upaya penanggulangan bencana di desa, terutama di daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T). Menurut Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana Kemendes PDTT Hasman Maa'ni, dari sebaran 74.957 desa di Indonesia, mayoritas berada dalam kategori desa rawan bencana yang menjadi tantangan bersama.

"Karena itu, semua pihak dapat terlibat dalam urusan bencana sesuai dengan kapasitas masing-masing. Sebagai contoh badan usaha dapat terlibat dalam penguatan kapasitas ekonomi di daerah rawan bencana melalui penyaluran kredit usaha rakyat oleh perbankan salah satunya Bank Mandiri. Tidak hanya perbankan, Rumah Zakat juga menyalurkan dana manfaat melalui program desa berdaya di daerah-daerah 3T," kata Hasman, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/10/2019).


Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion yang digelar atas kerja sama Kemendes PDTT dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2019 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jumat (11/10/2019). Menurut Hasman, kegiatan FGD ini, pihaknya telah mengikuti sejak 2015 lalu.

"Kami sudah mengikuti event ini sejak 2015 silam, dan pada tahun 2019 kami mengajak Bank Mandiri, Rumah Zakat dan PLAN Indonesia untuk bersama-sama berbagi terkait peranan masing-masing pihak dalam pengurangan risiko bencana," ujarnya.

Hasman menambahkan, sejatinya keterlibatan Kemendes PDTT dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2019 ini menjadi sarana untuk bersama memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat khususnya masyarakat di desa terhadap aktivitas Pengurangan Risiko Bencana (PRB) sebagai investasi untuk ketangguhan.

"Utamanya adalah Kemendes PDTT bersama dengan BNPB serta berbagai pihak lain ingin masyarakat lebih memahami bahwa Pengurangan Risiko Bencana adalah sebagai investasi jangka panjang dan menjadi urusan semua pihak. Selain itu masyarakat juga perlu memahami bahwa instrumen dana desa pun dapat dipergunakan untuk hal-hal yang terkait dengan kebencanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020," katanya.


FGD dalam rangka peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2019 ini menghadirkan narasumber Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana Kemendes PDTT Hasman Ma'ani, Chief Program Officer Rumah Zakat Murni Alit Baginda, dan Project Coordinator Plan Indonesia Fransiskus Xaverius serta Manager Micro Credit Bank Mandiri cabang Pangkal Pinang Qolbini.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT, klik di sini.
(akn/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com