detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 19:02 WIB

Jokowi Dinilai Perlu Terus Didesak Terbitkan Perppu KPK

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jokowi Dinilai Perlu Terus Didesak Terbitkan Perppu KPK Ilustrasi KPK (Foto: Rachman Haryanto-detikcom)
FOKUS BERITA: KPK di Ujung Tanduk
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai perlu terus didesak agar menerbitkan Perppu yang membatalkan UU KPK baru. Jika tak didesak, maka Jokowi bisa saja tak menerbitkan Perppu.

"Jadi menurut saya yang melaporkan judicial review tetap aja, tapi ya perlu didesak Pak Jokowi-nya. Kalau nggak (didesak) ya nggak akan keluar Perppu-nya. Dia akan buying times sampai tanggal 17 (Oktober) kan pasti akan berlaku. Minimal Pak Jokowi bisa ngeles juga, 'ya saya kan nggak tanda tangan, jadi itu kewenangan DPR, protes-protes DPR, jangan salahin saya'," kata Pendiri Lembaga Survei Kedai KOPI Hendri Satrio di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).



Dia menilai Jokowi dalam posisi terjepit untuk menerbitkan perppu UU KPK. Jokowi disebut tengah terjepit antara kepentingan rakyat dan kepentingan partai politik di DPR.

"Maksud saya gini, saat ini kan posisinya Pak Jokowi terjepit, terjepit antara DPR dan rakyat, kepentingan DPR dan partai politik dan kepentingan rakyat. Makanya kalau dia bisa buying time, ya buying time," ujarnya.

"Buying time itu apa? Sambil menilai, desakan masyarakat itu sampai sejauh mana. Kalau ternyata desakan masyarakat bisa dia manage, maka dia akan pilih untuk tidak menandatangani perppu," imbuhnya.



Menurut Hendri, kecil kemungkinan Jokowi akan menerbitkan perppu UU KPK. Jokowi disebut masih memiliki kepentingan jangka panjang dengan DPR.

"Saya sih sampai hari ini, dia nggak akan tanda tangani perppu. Karena ya itu tadi, kepentingan dia ke DPR masih panjang. Masih ada UU APBN, pemindahan ibu kota dan lain-lain. Makanya, mudah-mudahan saya salah sih, mudah-mudahan ternyata Pak Jokowi nggak buying time, ternyata Pak Jokowi benar-benar mikirin rakyat dan akhirnya tanda tangani perppu itu," ujarnya.


Simak juga video "Momen Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Sesat saat Debat Perppu KPK" :

[Gambas:Video 20detik]


(azr/haf)
FOKUS BERITA: KPK di Ujung Tanduk
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com