ADVERTISEMENT

Menakar Peluang Prabowo dan SBY Gabung Kabinet Usai Bertemu Jokowi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 11 Okt 2019 17:51 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Biro Pers Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam dua hari berturut-turut. Pertemuan itu justru dinilai sebagai tanda kecilnya kemungkinan parpol non-koalisi bergabung dalam kabinet.

"Kemungkinan Prabowo masuk kabinet itu akan sedikit. Sama juga SBY masuk kabinet akan sedikit (kemungkinannya). Makanya kemungkinan besar mereka dipanggil untuk tetap mendukung, tetapi tanpa syarat," kata pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).


Menurut Hendri, pertemuan Jokowi dengan Prabowo maupun SBY tak sekadar membahas kabinet, tapi lebih menyoroti isu-isu spesifik, seperti pemindahan ibu kota dan Perppu KPK. Hendri menduga tak akan ada perwakilan dari partai yang dipimpin Prabowo maupun SBY yang akan bergabung dalam kabinet.

"Jadi memang makanya dia perlu bicara dengan SBY dan Prabowo. Kalau menurut saya, itu sebuah langkah yang sangat strategis bicara dengan Prabowo dan SBY itu. Pembicaraannya saya yakin lebih dari sekadar kabinet sih," ujar Hendri.

"Mungkin yang sekarang-sekarang ini kan dia butuh dukungan banget Perppu KPK, misalnya, nah itu dia. Kalau masalah kabinet sih saya rasa seorang SBY dan Prabowo bisa lebih mengerti ya kalau misalnya nggak bisa masuk kabinet," imbuhnya.


Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana. Pertemuan Jokowi dengan SBY berlangsung pada Kamis (10/10) kemarin.

Menakar Peluang Prabowo dan SBY Gabung Kabinet Usai Bertemu JokowiHendri Satrio (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

Teranyar, Jokowi hari ini juga bertemu dengan Prabowo. Pertemuan keduanya disebut membahas sejumlah isu, termasuk peluang Gerindra bergabung dalam dalam pemerintahan. Prabowo pun menyebut pihaknya akan loyal sebagai penyeimbang jika tak masuk kabinet.

"Apabila kami diperlukan, kami siap untuk membantu. Itu pun sudah saya sampaikan di MRT waktu itu kalau kami diperlukan kami siap, kami akan memberi gagasan yang optimis, kami yakin Indonesia bisa tumbuh double digit, kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat, kami ingin membantu, kami siap membantu kalau diperlukan," kata Prabowo setelah bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/10).

"Kalau umpamanya kami tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal di luar sebagai, apa istilahnya... checks and balances, sebagai penyeimbang. Kan kita di Indonesia tidak ada oposisi, ya, Pak, ya," imbuh Prabowo. (azr/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT