Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Aisyah Gamawati mengatakan bahwa kegiatan penguatan pranata adat dan budaya yang digelar ini diharapkan dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan desa sebagai wahana forum perdamaian desa.
"Selain itu juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dari sisi sosial dan budaya, merevitalisasi kearifan lokal sebagai wahana perdamaian desa, mendorong tumbuhnya kader-kader pelopor perdamaian, mendorong tumbuhnya minat dan bakat bagi pemuda dan masyarakat desa di bidang olahraga, serta mendorong tumbuhnya perekonomian di desa," kata Aisyah dalam keterangan tertulis (11/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan ini juga sesuai dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial, menegaskan bahwa upaya penanganan konflik sosial di indonesia dilakukan melalui pendekatan pranata adat dan kearifan lokal. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini dapat memperat kohesi sosial di tataran akar rumput dan terus berkomitmen pada kondisi perdamaian," katanya.
Sementara itu Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik, Hasrul Edyar menuturkan bahwa festival ini merupakan salah satu rangkaian acara kegiatan pranata adat dan budaya.
"Tidak hanya festival, kita juga gelar forum perdamaian, workshop musyawarah perencanaan pembangunan peka perdamaian dan kurikulum bina damai melalui forum ketahanan masyarakat serta pelembagaan forum perdamaian," kata Hasrul.
Festival diisi dengan berbagai kegiatan seperti sapaan adat Tesi dan Tuak Kapu, pagelaran tari-tari dan musik tradisional, gelaran teater, pembelajaran vokal oleh Bertha bagi siswa SMPN 1 Langke Rembong, Mbaumuku, Kecamatan Rembong serta pembacaan ikrar perdamaian oleh seluruh peserta festival dari unsur Forkopimda, FKUB, Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Camat, Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan Pendamping Desa.
Baca juga: BUMDes Bangkitkan Ekonomi Warga Way Kanan |
Dalam kesempatan kegiatan penguatan pranata adat dan Budaya, Kemendes PDTT memberikan bantuan Revitalisasi Sarana Olahraga Desa dan penanaman rumput pertama di lapangan sepak bola Desa Bangka Lao, Kabupaten Manggarai.
"Revitalisasi sarana olahraga desa ini kami lakukan juga sebagai salah satu upaya untuk mempererat kohesi sosial antara masyarakat, dimana pada sarana olaharaga tersebut sangat dimungkinkan terjadinya interaksi yang positif misal dengan adanya pertandingan sepakbola antar desa," kata Hasrul.
Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT, klik di sini.q (ega/ega)











































