Al Farouq Kabur dari Tahanan AS, Ba'asyir Tersenyum

Al Farouq Kabur dari Tahanan AS, Ba'asyir Tersenyum

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2005 06:30 WIB
Jakarta - Kaburnya Omar al Faroq dari tahanan AS di Bagram, Afganistan dinilai cukup aneh. Padahal, tahanan AS dikenal dengan pengamanan yang ketat. Bagaimana reaksi Ustad Abu Bakar Ba'asyir saat mengetahui Al Farouq kabur? Ba'asyir hanya tersenyum. Ba'asyir merupakan korban Al Farouq. Dari 'kicauan' Al Farouq itulah, polisi memiliki amunisi untuk menangkap Ustad Ba'asyir. Hasilnya, Ba'asyir hingga kini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. "Ustad Abu hanya senyum saja. Wong ustad tidak pernah kenal dengan orang yang bernama Al Farouq itu," kata salah seorang pengacara Ba'asyir, Mahendradatta kepada detikcom, Selasa (8/11/2005). Mahendra dan Ba'asyir sudah memahami sejak dulu bahwa Al Farouq sangat besar kemungkinan sengaja diciptakan AS sebagai agen intelijen di Indonesia. "Banyak cerita bahwa Al Farouq ini diam-diam masuk ke banyak organisasi Islam untuk mengumpulkan data-data dan membongkar semua jaringan Islam," kata Mahendra. Al Farouq-lah yang membuat Ba'asyir ditangkap polisi. Padahal, Ba'asyir tidak kenal sama sekali dengan pria berambut ikal itu. Menurut Mahendra, Al Farouq-lah yang juga menyusun skenario Jamaah Islamiyah (JI) dan struktur JI sedemikian rupa seperti yang terpublikasi saat ini.Melihat operasi yang dilakukan, Mahendra tidak percaya bahwa Farouq merupakan petinggi Al Qaeda. "Dia lebih pas disebut pengumpul data. Memang banyak kalangan Islam yang pernah mengaku bertemu Farouq di Ambon saat dia melakukan penyusupan," kata dia. Kaburnya Al Farouq dari penjara AS di Bagram, dinilai Mahendra, sebagai sesuatu yang menggelikan. Sebab, tidak mungkin seseorang bisa kabur dari penjara yang pengamanannya sangat ketat. Ini semakin menunjukkan bahwa Farouq memang dijadikan sebagai boneka AS. Apalagi, Indonesia tidak pernah melakukan interogasi terhadap Al Farouq."Lebih baik dia dipenjara di Indonesia saja. Kan tidak ada tersangka terorisme di Indonesia yang kabur," kata Mahendra sinis. (asy/)


Berita Terkait