detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 21:44 WIB

Pertamina Ajarkan Ratusan Pelajar Cara Aman Gunakan LPG

Angga Laraspati - detikNews
Pertamina Ajarkan Ratusan Pelajar Cara Aman Gunakan LPG Foto: pertamina
Jakarta -

Ratusan pelajar kelas X SMA Labschool Rawamangun antusias dalam mencoba cara aman memasang tabung LPG. Pertamina MOR III menggelar sosialisasi cara aman menggunakan LPG kepada pelajar peserta Trip Observasi SMA Labschool Rawamangun.

Bimbingan ini agar para pelajar dapat memasang si pink 'bright gas' dengan cara yang aman dari awal hingga api biru di kompor berhasil menyala dengan sempurna.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengatakan, edukasi cara memasak dengan aman, termasuk caramenggunakan bahan bakar gas dengan aman, merupakan hal yang penting diketahui setiap orang, termasuk anak usia remaja.

"Walaupun tidak memasak di rumah, anak usia remaja pun perlu tau cara aman memasak dan menggunakan LPG. Selain sebagai pengetahuan umum untuk dirinya, juga bisa mengajarkan kepada anggota keluarganya," ujar Dewi dalam keterangan tertulis , Kamis (10/10/2019).

Salah satu siswi bernama Abel mengaku bahwa kini dirinya jadi tidak takut untuk pasang LPG sendiri. "Setelah diajarkan cara aman pasang Bright Gas ke kompor, sekarang aku udah gak takut lagi kalau nanti diminta tolong mamah pasang tabung LPG di rumah," tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan pula dengan demo masak oleh para pelajar dengan menggunakan Bright Gas 5,5 kg. Nasywa, salah seorang siswi mengaku senang dengan kegiatan demo masak hari ini.

"Lengkap deh. Selain belajar pasang tabung, kami juga diajarkan masak makanan yang simple dan bergizi. Buat persiapan menu 5 hari ke depan nanti," ujarnya.

Salah satu guru, Rahman mengatakan lewat pembekalan ini siswa-siswi yang jarang melakukan aktivitas memasak di rumah akan lebih siap untuk memasak secara mandiri nantinya. Setelah pembekalan ini, para siswa dan siswi akan berangkat menuju Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kabupaten Subang untuk melaksanakan trip observasi.

Selama lima hari ke depan para siswa akan tinggal di rumah penduduk setempat untuk belajar dan meneliti budaya, kehidupan sosial, dan lingkungan desa setempat. Oleh karena itu, menurut Rahman, untuk memastikan siswa dan siswi dapat hidup mandiri, adanya bimbingan pemasangan gas ini dinilai menjadi sesuatu hal yang penting bagi bekal mereka nanti selama 5 hari.




(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com