detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 20:35 WIB

BUMDes Bangkitkan Ekonomi Warga Way Kanan

Nurcholis Ma - detikNews
BUMDes Bangkitkan Ekonomi Warga Way Kanan Foto: Nurcholis Ma'arif
Way Kanan -

Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menerapkan 4 program prioritas untuk meningkatkan produktivitas desa. Alokasi dana desa bisa digunakan untuk membiayai program tersebut di mana salah satu programnya ialah pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Wakil Bupati Way Kanan Edward Anthony mengakui sejak bergulirnya dana desa, Kabupaten Way Kanan yang sebelumnya kabupaten tertinggal kedua di Sumatera mengalami banyak perubahan. Menurutnya, dana desa menjadi dorongan untuk desa berinovasi dan mengejar pembangunan infrastruktur.

"Setelah itu kita kembangkan masalah badan usaha, memang ada beberapa desa yang bisa berkembang dengan baik. Dengan begitu, perkembangan BUMDes lebih banyak hal yang cepat mendapatkan hasil. Sekarang ada beberapa desa yang mendapatkan hasil untuk jangka panjang," ucap Edward saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.


"Banyak hal yang sudah kita rasakan, yang pasti perekonomian desa. Kalau bisa (anggarannya) lebih besar lagi karena yang perlu kita dorong adalah memberdayakan masyarakat itu sendiri. Yang paling pasti pemerintah Way Kanan juga berterima kasih kepada pemerintah pusat atas program ini," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Way Kanan Ixuan Ahmadi mengatakan saat ini di Way Kanan terdapat 121 BUMDes yang aktif dari 221 kampung yang ada. Menurutnya, dukungan dari dana desa terus berlanjut memberikan bantuan modal untuk unit usaha yang dikelola BUMDes yang aktif sesuai potensi kampungnya masing-masing.

Ixuan mencontohkan BUMDes di kampung Sri Rezeki yang mengelola air bersih karena masyarakat setempat kesulitan mendapat akses air. BUMDes yang mendapat juara 3 tingkat provinsi tahun 2019 ini terus mengembangkan unit usaha lain seperti penyewaan alat pesta, bank sampah, dan jasa transfer dengan dukungan modal dari dana desa.

"Ada juga BUMDes di Negeri Besar yang akan kita lombakan tahun depan. Mereka mengelola alsintan (alat dan mesin pertanian), dana desa diberikan untuk modal. Jadi para petani menggunakan dulu seperti alat pertanian dan pupuk, lalu membayar setelah panen," ucap Ixuan.

Selain itu, lanjut Ixuan, ada juga BUMDes yang mempunyai unit usaha pencucian mobil dan bengkel. Selain itu, beberapa kampung di Way Kanan juga mengalokasikan dana desa untuk pengembangan wisata di kampungnya seperti di destinasi Curup Gangsa dan Curup Kereta.

Lalu ada juga BUMDes yang dibentuk untuk mengembangkan UKM masyarakat setempat. Hal ini terjadi kepada Dapur Way Kanan yang dikelola Halimatussya'diyah di Kampung Tiuh Balak dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Karang Taruna di Kampung Negeri Ujan Mas yang memproduksi jaring net untuk olahraga volley.

Diah, panggilan akrabnya, awalnya mengelola Dapur Way Kanan, sebuah usaha rumahan yang memproduksi hasil olahan ikan, lalu berkoordinasi dengan Dinas PMK dan pemerintah kampung Tiuh Balak I untuk mengembangkan usaha dari hulu ke hilir miliknya dengan BUMDes.

Dana Desa dan BUMDes Jadi Modal Wirausaha Warga Way KananFoto: Nurcholis Ma'arif


Menurut Diah, ada perbedaan jika mengembangkan usaha melalui pinjaman bank atau bantuan CSR dengan bekerja sama dengan BUMDes. Ia tidak perlu membayar pinjaman atau mempertahankan proposal tetapi malah sharing bagi hasil serta memberdayakan masyarakat kampung.


"Yang budidaya ikan sama anak-anak karang taruna. Lalu ibu-ibunya itu di produksi, di dapur. Untuk pemasaran kerja sama dengan pokja 2. Supaya dengan visi kita, kampung ini berdikari, misi kita pendapatan per kapita meningkat. Buat ibu-ibu di kampung, dengan sehari mendapatkan Rp 50 ribu saja itu lebih dari cukup," ucapnya.

Adapun informasi lainnya mengenai Kemendes PDTT, bisa dicek di sini.





(akn/akn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com