Sebagian Besar Penjara di Indonesia Tidak Layak

Sebagian Besar Penjara di Indonesia Tidak Layak

- detikNews
Senin, 07 Nov 2005 16:53 WIB
Makassar - Sebagian besar Rutan dan Lapas di Indonesia tidak layak huni. Peningkatan infrastruktur dengan populasi penghuni penjara sangat tidak sebanding. Hal ini diungkapkan Hamid Awaluddin, Menteri Hukum dan HAM, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sari, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (07/11/2005). Dari sekitar 400 Rutan dan Lapas di Indonesia, sebagian besar sudah melebihi kapasitas (over capacity). "Di sini saja petugas lapas hanya 12. Berarti satu banding seratus. Padahal idealnya satu banding tiga puluh," ujarnya. Daya tampung penjara di Indonesia, menurut Hamid, hingga kini hanya sekitar 60 ribu orang. Namun kenyataannya, telah menampung sekitar 110 ribu orang. "Artinya over capacity," tuturnya. Selain itu, Hamid juga menjelaskan bahwa perbandingan peningkatan infrastruktur Rutan dan Lapas sangat tidak sebanding dengan peningkatan populasi penghuni Rutan dan Lapas. Peningkatan infrastruktur hanya sekitar 3,7 %, sementara peningkatan populasi penghuni penjara berkisar 17 %. Untuk menyelesaikan persoalan ini, Hamid kini tengah memikirkan alternatif agar populasi penghuni penjara tidak terus meningkat. "Salah satunya dengan mencari alternatif, dengan membuat aturan main baru. Untuk beberapa tindak kejahatan mungkin tidak perlu dipenjara. Tapi dengan kerja sosial," terangnya. Selain itu, Hamid juga berencana untuk memasukkan sektor swasta di dalam penjara. Agar para napi bisa menghsilkan sesuatu yang riil. "Juga tenaga kerja yang murah dan tentunya tidak akan ada pemogokan," guyonnya. (asy/)


Berita Terkait