"Kami kan cuma mengajukan dua kluster saja, yaitu penguatan lembaga pendidikan keagamaan, tentu untuk semua agama, dan pondok pesantren di mana UU-nya baru saja kita sahkan, dan juga penguatan ekonomi kerakyatan, terutama untuk kalangan umat Islamlah," kata Arsul di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Jika merujuk pada dua konsep tersebut, kata Arsul, ada dua kursi menteri yang cocok untuk PPP, yakni Menteri Agama (Menag) serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (UKM). Arsul pun tak menampik bahwa dua pos menteri itu sesuai dengan konsep PPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira semuanya (Menag, Menkop dan UKM, serta Berkraf) cocoklah untuk PPP, kecuali Menlu (Menteri Luar Negeri) aja barangkali (yang nggak cocok)," imbuh Wakil Ketua MPR itu.
Terkait penyusunan kabinet, Arsul menyebut sudah ada arahan dari Jokowi. Menurutnya, Jokowi meminta para pimpinan parpol tetap berada di Jakarta.
"Yang jelas, terus terang saja, dalam hari-hari sampai pelantikan presiden dan penyusunan kabinet ke depan, tentu pimpinan parpol diharapkan tetap di Jakarta, tidak ke luar Jakarta, ke tempat yang jauh-jauh," ungkap Arsul.
Meski begitu, Arsul mengaku partai tempatnya bernaung belum mendapatkan undangan dari Jokowi soal penyusunan kabinet.
"Sampai sekarang belum (ada undangan dari Jokowi). Tetapi itu saja, baru diminta supaya tidak meninggalkan Jakarta," ucapnya.
Jokowi Cari Menteri Muda, PPP: Bisa Anak Tokoh PPP (zak/elz)











































